Logo Bloomberg Technoz

Bahlil Pastikan Produk Hilirisasi Nikel Bakal Kena Bea Keluar

Azura Yumna Ramadani Purnama
27 March 2026 15:10

Simbol kimia untuk nikel sulfat (NiSO) diproyeksikan ke tangki selama pembukaan pabrik daur ulang baterai Mercedes-Benz Group AG./Bloomberg-Alex Kraus
Simbol kimia untuk nikel sulfat (NiSO) diproyeksikan ke tangki selama pembukaan pabrik daur ulang baterai Mercedes-Benz Group AG./Bloomberg-Alex Kraus

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan sedang melakukan kajian pengenaan bea keluar terhadap produk antara (intermediate) nikel seperti nickel matte, mixed hydroxide precipitate (MHP), feronikel (FeNi), dan nickel pig iron (NPI).

Bahlil mengaku sedang menghitung formulasi pengenaan tarif bea keluar terhadap produk antara nikel tersebut. Dia juga belum dapat mengungkapkan tanggal pengenaan bea keluar terhadap komoditas-komoditas tersebut.

“Karena kita dalam kondisi negara seperti ini kan kita harus banyak mencari alternatif-alternatif sumber-sumber pendapatan. Salah satu di antaranya, kita dorong untuk pengenaan pajak ekspor terhadap hasil hilirisasi [nikel] seperti NPI,” kata Bahlil di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (27/3/2026).


“NPI produk daripada nikel lagi kita menghitung. Ini lagi kita menghitung ya. Sekali lagi, saya lagi menghitung tentang formulasi daripada pengenaan pajak NPI-nya,” tegas dia.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat bertemu awak media di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/2/2026). (Bloomberg Technoz/Dovana Hasiana)

Revisi Harga Patokan