Lebih lanjut, Anggia menjelaskan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz memberikan kepastian terhadap jalur distribusi energi yang sebelumnya sempat terganggu akibat dinamika geopolitik. Sehingga, pergerakan harga minyak dunia mulai menunjukkan tren penurunan.
Penurunan harga minyak makin dalam setelah unggahan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi yang menyatakan pembukaan kembali Selat Hormuz. Minyak mentah Brent turun lebih dari 11% menjadi sekitar US$88 per barel pada pukul 14.10 di London, kemarin, memangkas kenaikannya sejak konflik Iran dimulai pada akhir Februari menjadi 21%.
Menurut Anggia, pembukaan jalur strategis tersebut juga menjadi sinyal kuat meredanya ketegangan geopolitik global serta memberikan optimisme terhadap stabilisasi pasokan energi dunia.
Di sisi lain, Anggia memastikan bahwa pemerintah sejak awal telah mengantisipasi berbagai skenario gangguan pasokan global, termasuk melalui penguatan stok nasional dan diversifikasi sumber energi. Dia mengeklaim ketahanan energi nasional tetap terjaga selama periode ketidakpastian kemarin. Dia juga memastikan pemerintah terus memonitor perkembangan situasi global secara ketat serta mengambil langkah-langkah responsif untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga energi domestik.
Sebelumnya, pihak otoritas resmi Iran telah mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz bagi pelayaran komersial internasional. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyampaikan bahwa jalur pelayaran untuk semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka. Sebagaimana diketahui, Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama distribusi energi global yang sangat menentukan kelancaran rantai pasok minyak dan gas.
“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka,” jelas Abbas.
(dov/del)

























