Logo Bloomberg Technoz

Saham AS Sentuh Rekor Meski Konflik Timur Tengah Masih Membayangi

News
17 April 2026 05:02

Wall Street Melihat Gelembung AI Akan Datang (Bloomberg)
Wall Street Melihat Gelembung AI Akan Datang (Bloomberg)

Cristin Flanagan - Bloomberg News

Bloomberg, Saham-saham AS bertahan di level tertinggi sepanjang masa ketika para trader mencerna derasnya berita terkait konflik di Timur Tengah, mengabaikan peringatan bahwa perang antara AS dan Iran kemungkinan akan terus berlangsung selama berbulan-bulan.

Indeks S&P 500 naik tipis 0,3%, mencatat rekor tertinggi baru setelah acuan tersebut ditutup di atas level 7.000 untuk pertama kalinya pada Rabu. Presiden Donald Trump mengatakan prospek kesepakatan dengan Iran “terlihat sangat baik.” Ia menyebut Iran diyakini telah menyetujui syarat-syarat yang selama ini ditolaknya, termasuk melepaskan ambisi memiliki senjata nuklir. Namun, Tehran belum secara terbuka mengonfirmasi bahwa mereka telah membuat konsesi tersebut.


Trump juga mengumumkan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon. Pengumumannya pada Kamis tidak menyebutkan Hezbollah. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi dalam pesan video bahwa ia telah menyetujui gencatan senjata tersebut. Perkembangan ini meredakan kekhawatiran akan meluasnya konflik regional yang dapat mengancam pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, jalur penting bagi pasokan energi global.

Indeks Nasdaq 100 naik 0,5% ke rekor tertinggi baru. Pada awal sesi Kamis, saham-saham teknologi melonjak tajam setelah prospek pendapatan yang kuat dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. menyoroti ketahanan permintaan chip AI. Kenaikan ini menandai rekor reli terpanjang indeks tersebut sejak 2017.