KPB Raih Penghargaan Geneva Lewat Geo-Stone, Pangkas Biaya Rp53 M

Bloomberg Technoz, Jakarta - Inovasi teknologi yang dikembangkan oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) kembali mencuri perhatian di tingkat internasional. Melalui metode Geo-Stone Column, perusahaan berhasil menghadirkan solusi konstruksi yang tidak hanya efisien secara biaya, tetapi juga meningkatkan aspek keselamatan dan keandalan proyek.
Teknologi ini terbukti mampu memberikan penghematan biaya konstruksi hingga sekitar Rp53 miliar. Selain itu, penerapannya juga memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas struktur di lapangan, khususnya pada kondisi tanah yang kurang ideal.
Capaian tersebut semakin diperkuat dengan pengakuan global yang diraih pada ajang International Exhibition of Inventions Geneva 2026. Dalam pameran inovasi internasional yang berlangsung pada 11 hingga 15 Maret 2026 di Jenewa, Swiss, inovasi Geo-Stone Column berhasil meraih Gold Medal serta Special Award dari Croatian Association of Innovators.
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa inovasi yang dikembangkan oleh anak bangsa mampu bersaing di tingkat dunia. Hal ini juga menunjukkan bahwa solusi berbasis kebutuhan lokal dapat memberikan kontribusi nyata dalam industri global.
Vice President Legal and Relation PT KPB, Asep Sulaeman, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi lintas fungsi di dalam perusahaan. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam membangun budaya inovasi.
“Pencapaian ini menjadi bukti bahwa ide dan kerja keras anak bangsa mampu bersaing di panggung dunia serta menghadirkan solusi yang berdampak nyata,” ungkapnya.
Menurut Asep, keberhasilan ini tidak terlepas dari semangat tim dalam mengembangkan solusi yang relevan dengan tantangan di lapangan. Pendekatan ini menjadi kunci dalam menciptakan inovasi yang aplikatif dan bernilai tambah tinggi.
Teknologi Perkuatan Tanah dan Efisiensi Proyek
Geo-Stone Column merupakan metode perbaikan tanah yang dirancang untuk mengatasi permasalahan tanah lunak dalam proyek konstruksi. Kondisi tanah yang tidak stabil sering menjadi tantangan utama dalam pembangunan infrastruktur berskala besar.
Metode ini bekerja dengan membentuk kolom-kolom batu di dalam tanah. Kolom tersebut kemudian diperkuat menggunakan lapisan pelindung berupa geomembrane untuk meningkatkan daya tahan dan stabilitasnya.
Dengan struktur tersebut, beban bangunan dapat tersebar secara lebih merata ke seluruh area tanah. Hal ini secara signifikan mengurangi risiko penurunan tanah yang dapat berdampak pada kerusakan konstruksi.
Selain meningkatkan stabilitas, teknologi ini juga memberikan efisiensi biaya yang signifikan. Penggunaan material dan metode yang lebih optimal memungkinkan pengurangan biaya tanpa mengorbankan kualitas.
Penerapan Geo-Stone Column telah dilakukan pada proyek pembangunan tangki minyak berkapasitas satu juta barel di RDMP Lawe-Lawe. Proyek ini menjadi salah satu contoh konkret keberhasilan implementasi teknologi tersebut.
Hasilnya menunjukkan peningkatan kualitas konstruksi yang signifikan. Selain itu, efisiensi biaya yang dicapai menjadi nilai tambah yang memperkuat daya saing proyek secara keseluruhan.
Di balik keberhasilan ini, peran Gugus Bimocol sebagai tim inovasi internal KPB menjadi faktor penting. Tim ini secara konsisten mengembangkan solusi berbasis kebutuhan lapangan yang aplikatif dan berkelanjutan.
Berbagai inovasi yang dihasilkan sebelumnya telah mendapatkan pengakuan di tingkat internal Pertamina. Proses ini menjadi fondasi yang kuat sebelum akhirnya membawa Geo-Stone Column ke panggung internasional.
Ketua Gugus Bimocol, Radea Nasri Erfany, menyampaikan bahwa pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi. Ia menegaskan bahwa setiap inovasi yang dikembangkan berangkat dari tantangan nyata di lapangan.
“Kami berangkat dari tantangan nyata di lapangan. Harapannya, inovasi seperti ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas,” pungkasnya.
Ke depan, inovasi seperti Geo-Stone Column diharapkan dapat terus dikembangkan untuk berbagai kebutuhan konstruksi lainnya. Potensi penerapannya tidak hanya terbatas pada proyek energi, tetapi juga sektor infrastruktur secara luas.
Keberhasilan ini sekaligus mempertegas posisi PT Kilang Pertamina Balikpapan sebagai perusahaan yang tidak hanya berfokus pada operasional, tetapi juga inovasi berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan upaya mendorong efisiensi dan keandalan dalam setiap proyek yang dijalankan.
Dengan kombinasi inovasi teknologi dan kolaborasi tim yang solid, KPB menunjukkan bahwa solusi lokal dapat memberikan dampak global. Capaian ini menjadi langkah penting dalam memperkuat daya saing industri nasional di kancah internasional.






























