Logo Bloomberg Technoz

Laode menyatakan umumnya kelangkaan produk migas terjadi karena adanya panic buying, gangguan transportasi, dan faktor alam.

“Kami mengimbau menggunakan bahan bakar secara wajar dan bijak, tidak panic buying,” tegas Laode.

Sekadar informasi, Sekretaris Ditjen Migas Rizwi Jilanisaf Hisjam mengungkapkan Ditjen Migas Kementerian ESDM menginstruksikan kilang LPG milik swasta untuk mengalihkan penjualan LPG industri menjadi dijual ke PT Pertamina Patra Niaga (PPN).

Nantinya, LPG yang dijual ke PPN tersebut bakal dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal tersebut dilakukan Ditjen Kementerian ESDM untuk memitigasi penyediaan pasokan LPG.

“Kami memberikan prioritas, usulan prioritas kepada kilang-kilang LPG swasta untuk diberikan produksinya penawaran pertama kepada Pertamina Patra Niaga yang LPG-nya dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat,” kata dia, dalam RDP di Komisi XII DPR, pekan lalu.

Adapun, Ditjen Migas mencatat impor LPG Indonesia pada Januari—Februari 2026 mencapai 1,31 juta metrik ton atau setara 83,97% dari total kebutuhan sebanyak 1,56 juta metrik ton.

Ditjen Migas melaporkan bahwa produksi LPG domestik pada Januari—Februari 2026, atau periode sebelum perang Iran meletus pada 28 Februari, hanya sekitar 130.000 metrik ton.

Pada periode Januari hingga Februari 2026, kebutuhan LPG tercatat mencapai 26.000 metrik ton per hari.

Berdasarkan asal negaranya, impor LPG yang dilakukan Indonesia sampai 1 April 2026 mayoritas didatangkan dari AS, dengan porsi sebesar 68,91% dari total impor.

Posisi kedua, ditempati oleh Uni Emirat Arab (UEA) dengan porsi impor sebesar 11,83% dari total impor. Berikutnya, merupakan Arab Saudi dengan total impor sebesar 7,36% dari total impor.

Keempat, Qatar dengan porsi impor 5,21% dari total impor. Lalu, Australia dengan porsi impor 3,81% dari total impor. Selanjutnya, 2,61% impor LPG didatangkan dari Kuwait.

Sekadar informasi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan Indonesia sempat mengalami kendala LPG, tetapi kondisi tersebut diklaim sudah berhasil diatasi sejak 4 April 2026.

Bahlil menjelaskan saat ini stok LPG nasional sudah berada di atas 10 hari. Dia juga menyatakan sejumlah kargo LPG tambahan bakal segera tiba di RI dalam waktu dekat.

Adapun, stok LPG Indonesia yang disebut berada di sekitar 10 hari masih dibawah batas minimum nasional yang ditetapkan sebesar 11,4 hari.

“Menyangkut LPG, ini teman-teman media saya menyampaikan bahwa masa sulit kita untuk LPG sudah kita lewati sejak tanggal 4. Alhamdulillah sekarang cadangan kita untuk LPG kapasitasnya sudah di atas 10 hari. Sebentar lagi kapal kita masuk,” ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, awal April.

(azr/ros)

No more pages