Logo Bloomberg Technoz

Astra Agro (AALI) Hadapi Risiko Kenaikan Harga Solar & Pupuk

Muhammad Fikri
15 April 2026 15:53

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mengungkapkan tekanan signifikan pada struktur biaya operasional perusahaan akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah.

Gangguan pelayaran minyak mentah dan LPG di Selat Hormuz telah memicu lonjakan harga bahan bakar dan pupuk yang berdampak langsung pada biaya produksi emiten sawit Grup Astra ini.

Presiden Direktur Astra Agro Lestari, Djap Tet Fa, memaparkan bahwa volatilitas harga minyak dunia yang bergerak layaknya roller coaster telah mengerek harga solar non-subsidi hingga hampir dua kali lipat dalam waktu singkat.


"Peningkatan energi itu juga kita rasakan. Solar non-subsidi itu sudah meningkat, bahkan sampai bulan April ini peningkatan sudah hampir 90% dari sebelumnya. Biasanya Rp14.000—Rp15.000, sekarang mungkin sudah hampir Rp25.000 [per liter]," ujar Tet Fa dalam paparan publik perseroan, Rabu (15/4/2026).

Menurut Tet Fa, lonjakan ini merupakan realitas yang tidak dapat dihindari bagi pelaku industri komoditas global. Namun, tantangan tidak berhenti pada harga bahan bakar semata.