HPM Nikel Direvisi, Harga Bijih Kadar Rendah RI Bisa US$40,18/Ton
Azura Yumna Ramadani Purnama
15 April 2026 12:00

Bloomberg Technoz, Jakarta – Harga bijih nikel kadar rendah Indonesia bakal melonjak hingga ke level US$40,18/ton basah atau wet metric ton (wmt), usai pemerintah merevisi Harga Patokan Mineral (HPM) nikel dengan turut menghitung mineral bawaan dalam bijih nikel.
Shanghai Metals Market (SMM) memperkirakan HPM baru untuk bijih nikel berkadar 1,2% akan naik signifikan menjadi US$40,18/wmt atau lebih tinggi 151% dibandingkan dengan HPM lama yang berada di sekitar US$16—US$17 per wmt. Saat ini, SMM mencatat harga rata-rata bijih tersebut sekitar US$30,5/wmt.
Alasannya, untuk bijih nikel kadar rendah mineral ikutan seperti kobalt dan kromium turut dihitung jika mengacu HPM baru. Sementara itu, bijih nikel kadar tinggi, bakal turut mempertimbangkan besi dan kromium.
Selain itu, corrective factor (CF) nikel yang mengakomodir terhadap nilai diskon maupun premium terhadap kualitas bijih juga mengalami kenaikkan.
Perhitungan tersebut dihitung dengan asumsi kadar air sebesar 35%—40%, kadar kobalt sekitar 0,07%, kadar besi 25%, dan kadar kromium 3%.




























