Logo Bloomberg Technoz

Vale: Kuota Produksi Nikel Bahodopi Anjlok 74%, Pomalaa Drop 68%

Azura Yumna Ramadani Purnama
14 April 2026 12:50

Pesisir Bahodopi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah./Bloomberg-Dimas Ardian
Pesisir Bahodopi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) mengungkapkan kuota produksi bijih nikel yang direstui Kementerian ESDM dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 untuk tambang Bahodopi mencapai 2,31 juta ton, terpelanting 74% dari rencana produksi 2026 sebesar 8,8 juta ton.

Meskipun begitu, kuota produksi tersebut tercatat lebih tinggi dari realisasi produksi bijih nikel dari tambang Bahodopi pada 2025 sebanyak 2,01 juta ton.

Untuk tambang nikel Pomalaa, INCO mendapatkan kuota produksi pada 2026 sebesar 5,8 juta ton atau anjlok 68% dibandingkan dengan target produksi tahun ini sebesar 18,06 juta ton.


Untuk produksi nikel dalam bentuk matte dari Sorowako, perseroan menargetkan produksi sebesar 67.645 ton. Target produksi masih lebih rendah 6% dari realisasi produksi pada 2025 sebanyak 72.027 ton, sebab terdapat pemeliharaan furnace atau tungku peleburan di smelter perseroan.

Pabrik pengolahan nikel PT Vale Indonesia di Sorowako, Sulawesi Selatan, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian

Direktur Utama INCO Bernadus Bernardus Irmanto mengungkapkan proyek smelter di Pomalaa ditargetkan rampung dibangun pada Agustus 2026, sehingga membutuhkan pasokan bijih sepanjang 2026 mencapai 7 juta ton.