Logo Bloomberg Technoz

Danantara Masih Kaji Produk Turunan Nikel Ikut Ekspor SDA 1 Pintu

Sabrina Mulia Rhamadanty
26 May 2026 19:10

Ilustrasi bijih nikel. dok: Bloomberg
Ilustrasi bijih nikel. dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, JakartaChief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir mengatakan pihaknya masih mengkaji terkait masuknya produk turunan nikel sebagai komoditas yang turut diekspor melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). 

“Soal nikel itu kita harus proses, harus sudah diproses hingga ke hilir. Dan apabila nanti downstream-nya dipakai hingga akhir sampai pembuatan mobil atau sebagainya, ya kita enggak bisa ekspor apa-apa, ya enggak perlu diekspor karena itu kegunaannya,” ungkap Pandu dalam agenda Investor Daily Round Table di Jakarta, Selasa (26/5/2026). 

Pandu menambahkan bahwa posisi Indonesia sebagai produsen nikel terbesar di dunia harus bisa memanfaatkan daya tawar yang ada dalam hal jual beli produk nikel. 


“Kami ingin memiliki daya tawar yang lebih baik antara pembeli dan penjual. Kalau nikel memang prosesnya sudah sampai hilir, sehingga kita bisa mendapatkan nilai yang lebih baik untuk aset itu. Jadi, kurang lebih adalah bagaimana kami bisa memiliki nilai lebih untuk diberikan ke Indonesia,” ungkap Pandu. 

Di samping itu, Pandu menegaskan PT DSI sebagai anak usaha Danantara yang disiapkan untuk mengatur tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) akan melakukan ekspor penuh untuk tiga komoditas batu bara, minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO), dan paduan besi (ferro alloy) terhitung sejak 1 Januari 2027.