Beberapa dari lainnya justru ‘ngebut’ dalam pengiriman produk demi menghindari kenaikan harga konsumen dan biaya logistik (berakar pada tensi tinggi geopolitik di Timur Tengah).
Secara keseluruhan diketahui realisasi pengiriman smartphone di industri global sepanjang kuartal I tahun ini memang melemah 6% secara yoy. Jain menyorot bagaimana brand ponsel asal China mengalami tekanan terparah.
“Merek China yang menyandarkan pada volume turun lebih tajam, terutama di wilayah yang sensitif terhadap harga, yang berkontribusi pada penurunan pengiriman global secara keseluruhan.”
Data awal Counterpoint Research menunjukkan bahwa Apple menjadi pemuncak klasemen dengan pertumbuhan pangsa pasar 5%, sementara brand global lainnya justru mengalami pelemahan. Ada faktor permintaan seri terbaru iPhone 17 secara umum, serta pertumbuhan pasar di China atas pertumbuhan pengiriman Apple tersebut. Selain itu perusahaan juga proaktif atas isu keterbatasan pasokan memori.
Pangsa pasar Apple kini bertahan di 21%, unggul dari Samsung yang ada di posisi kedua dengan pangsa pasar 20%. Data pengiriman Samsung diketahui turun 6% yoy efek dari lemahnya permintaan di seri HP yang masif, juga ditundanya rilis seri S26.
“Untuk mengatasi tekanan biaya yang meningkat, Samsung kembali menyesuaikan portofolio produknya, merampingkan pilihan entry-level dan menekankan konfigurasi tingkat yang lebih tinggi.”
(mef/wep)































