Logo Bloomberg Technoz

“Secara keseluruhan, investor meragukan kebenaran berbagai berita utama, tetapi mereka juga tidak ingin berada di posisi yang salah karenanya.”

Meski Donald Trump berupaya mendorong kembali jalannya negosiasi, hanya sedikit tanda kemajuan setelah pembicaraan akhir pekan gagal di Islamabad. Iran menyalahkan kebuntuan tersebut pada AS, dan Tehran belum mengonfirmasi adanya pembicaraan lanjutan pada Senin.

“Dengan biaya ekonomi dari harga minyak yang lebih tinggi dan situasi yang sangat tidak pasti dalam waktu dekat, kami menilai investor sebaiknya menghindari upaya untuk ‘memperdagangkan’ geopolitik,” tulis Ulrike Hoffmann-Burchardi, CIO Americas dan kepala global saham di UBS Global Wealth Management.

Pada saat yang sama, investor ingin mendengar dari para eksekutif mengenai risiko yang timbul dari perang, dampak disruptif kecerdasan buatan, serta kekhawatiran terhadap kredit swasta seiring dimulainya musim laporan keuangan. Analis memproyeksikan laba S&P 500 akan mencatat pertumbuhan tahunan sekitar 12% pada kuartal pertama.

Pertanyaannya adalah apakah “musim laporan keuangan yang akan datang ini dapat menjadi katalis yang cukup untuk memutus hubungan erat antara saham dan minyak, mengingat laba perusahaan secara tradisional menjadi pendorong harga saham,” tulis Clark Bellin, presiden dan chief investment officer di Bellwether Wealth.

Bagi Mike Wilson dari Morgan Stanley, fundamental laba yang kuat membantu melindungi S&P 500 dari penurunan yang lebih dalam, dan ia merekomendasikan agar investor bersiap menambah risiko bahkan jika konflik Iran terus berlanjut.

The S&P 500 Has Been Derating Since October. (Sumber: Bloomberg)

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor dua tahun turun ke sekitar 3,77%. Dolar berbalik dari penguatan sebelumnya dan melemah 0,2%. Emas diperdagangkan lebih rendah, di kisaran US$4.765 per ounce.

Lonjakan terbaru harga minyak, ditambah kenaikan signifikan harga konsumen AS pada Maret, kembali mengalihkan fokus pasar obligasi ke inflasi. Imbal hasil obligasi 10 tahun Jepang sempat naik ke level tertinggi sejak 1997 pada Senin sebelum memangkas kenaikan. Di AS, pasar uang menunjukkan peluang kurang dari satu banding lima untuk penurunan suku bunga hingga Desember.

“Waktu tidak berpihak pada pasar karena setiap hari harga minyak setinggi ini membebani pertumbuhan global dan mendorong inflasi,” kata Gilles Guibout, kepala saham Eropa di BNP Paribas Asset Management. “Sulit melihat bagaimana pasar dapat mencatat pemulihan yang berkelanjutan tanpa solusi yang berkelanjutan terhadap krisis ini.”

Berikut pergerakan utama di pasar:

Saham

  • S&P 500 naik 1% pada pukul 16:02 waktu New York
  • Nasdaq 100 naik 1,1%
  • Dow Jones Industrial Average naik 0,6%
  • MSCI World Index naik 0,8%

Mata Uang

  • Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,2%
  • Euro naik 0,3% ke US$1,1761
  • Pound sterling naik 0,3% ke US$1,3506
  • Yen Jepang relatif stabil di 159,39 per dolar

Kripto

  • Bitcoin naik 2,8% ke US$73.375,13
  • Ether naik 2,1% ke US$2.260,66

Obligasi

  • Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun 3 basis poin ke 4,29%
  • Imbal hasil obligasi Jerman tenor 10 tahun naik 3 basis poin ke 3,09%
  • Imbal hasil obligasi Inggris tenor 10 tahun naik 3 basis poin ke 4,87%

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate naik 1,7% ke US$98,23 per barel
  • Emas spot turun 0,2% ke US$4.742,21 per ounce

(bbn)

No more pages