Logo Bloomberg Technoz

Kecam AS, Iran Sebut Blokade di Selat Hormuz Ilegal

Redaksi
13 April 2026 16:10

Daftar Negara yang Tankernya Direstui Iran Menembus Selat Hormuz (Bloomberg Technoz/Asfahan)
Daftar Negara yang Tankernya Direstui Iran Menembus Selat Hormuz (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Komando gabungan angkatan bersenjata Iran menegaskan bahwa pelabuhan-pelabuhan di Teluk Persia dan Laut Oman mengusung prinsip "terbuka" untuk semua orang atau tidak sama sekali bagi siapa pun." Pernyataan ini dilaporkan oleh lembaga penyiaran negara, IRIB.

"Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran menganggap upaya membela hak-hak hukum negara kami sebagai tugas alami dan konstitusional. Oleh karena itu, menjalankan kedaulatan Republik Islam Iran di wilayah perairan negara kami adalah hak alami bangsa Iran," lapor IRIB mengutip pernyataan resmi militer Iran yang juga diberitakan oleh Al Jazeera, Senin (13/4).

Dalam pernyataan tersebut, ditegaskan bahwa "kapal-kapal yang terafiliasi dengan musuh" tidak akan diberikan hak untuk melintasi Selat Hormuz. Sementara itu, kapal-kapal lainnya tetap diperbolehkan melintas, namun dengan syarat harus mematuhi regulasi yang ditetapkan oleh Teheran.


Mengingat ancaman yang terus berlanjut dari "musuh terhadap bangsa Iran," Teheran berencana menetapkan mekanisme permanen untuk mengontrol jalur perairan strategis tersebut, yang akan tetap berlaku "bahkan setelah perang berakhir," lapor IRIB lebih lanjut.

Pihak militer Iran juga melontarkan kritik tajam terhadap AS terkait situasi di perairan internasional. "Tindakan kriminal AS yang memaksakan pembatasan pergerakan kapal di perairan internasional adalah tindakan ilegal dan setara dengan aksi pembajakan laut."