Logo Bloomberg Technoz

Untung Rugi Kebijakan Bebas Akses Udara untuk Militer AS

Dovana Hasiana
13 April 2026 15:40

Pesawat jet F-16 unjuk kebolehan saat Peringatan HUT ke-78 RI di halaman Monas, Jakarta, Kamis (17/8/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pesawat jet F-16 unjuk kebolehan saat Peringatan HUT ke-78 RI di halaman Monas, Jakarta, Kamis (17/8/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE), Anton Aliabbas menilai ada keuntungan dan kerugian yang perlu dipertimbangkan pemerintah dalam rencana pembahasan kebijakan blanket overflight access bagi militer Amerika Serikat di wilayah udara Indonesia.

Pembahasan kerjasama atau perjanjian kerjasama pertahanan ini diduga menjadi salah satu materi pertemuan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dengan Menteri Perang AS Pete Hegseth, hari ini.

Dari sisi kerugian, dia mengungkap, kerjasama atau pemberian akses udara secara bebas bisa menjadi bentuk erosi kedaulatan dan kontrol ruang udara. Pemberian akses blanket ini tentu saja dapat menggerus kontrol kita terhadap ruang udara nasional.


"Tentu saja isu ini dapat digunakan untuk menghangatkan suhu politik nasional," kata Anton Aliabbas kepada Bloomberg Technoz saat dihubungi, Senin (13/04/2026).

"Belum lagi, ambiguitas dalam skala operasional juga berpeluang terjadi mengingat selama ini TNI selalu memastikan negara asing yang menggunakan ruang udara nasional harus telah mendapatkan izin terlebih dahulu."