Cerita Awal Permintaan Blanket Overfilght Access Amerika Serikat
Dovana Hasiana
19 May 2026 15:35

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkap kronologi munculnya permintaan akses bebas bagi Amerika Serikat untuk melintasi wilayah udara Indonesia atau Blanket Overflight Access. Dia memastikan, hingga kini, tak ada persetujuan pemerintah terhadap proposal tersebut.
"Ini adalah Letter of Intent. Bukan Letter of Commitment. Jadi kami tidak bikin komitmen apa-apa dengan Amerika Serikat dalam hal udara," kata Sjafrie saat rapat di DPR, Selasa (19/05/2026). "Kami mempertahankan konstitusi dan kami mempertahankan kita punya kepentingan nasional."
Menurut dia, pembahasan berawal saat ASEAN Defense Ministers Meeting Plus yang turut dihadiri Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth pada 2025. Dalam pertemuan tersebut, Pete meminta pertemuan bilateral dengan Sjafrie.
Dalam pertemuan empat mata, Pete mengungkap dukungan AS terhadap Indonesia yang menerapkan stategi Defensive Active -- tidak terlibat pada salah satu kubu yang berkonflik, namun siap melawan kalau diserang.
Di sela pembicaraan, Pete secara informal bertanya apakah AS bisa melintasi wilayah udara Indonesia untuk keperluan tertentu yang mendesak. Pete pun mengungkap kesediaan AS untuk menjalankan semua peraturan yang diterbitkan Indonesia terkait wilayahnya.





























