Keempat Brasil. Impor minyak mentah dari negara itu hingga Februari 2026 tercatat sebesar 272.782 ton atau sekitar 317.791 kl.
Kelima Gabon. Indonesia telah mengimpor 219.090 ton minyak mentah atau setara 254.075 kl dari Gabon hingga Februari 2026.
Keenam Algeria. Impor minyak mentah dari Algeria hingga Februari 2026 tercatat sebesar 132.700 ton atau setara 154.595 kl.
Ketujuh Uni Emirat Arab (UEA). Impor minyak mentah yang tercatat dari negara tersebut pada awal tahun ini mencapai 126.671 ton atau setara 147.592 kl.
Kedelapan Guinea Khatulistiwa. Ternyata Indonesia turut mengimpor minyak mentah dari negara Afrika Tengah tersebut, hingga Februari 2026 tercatat sebesar 90.988 ton atau sekitar 106.001 kl.
Kesembilan Malaysia. Pada Januari hingga Februari 2026 Indonesia mengimpor sekitar 84.028 ton minyak mentah dari malaysia, atau setara sekitar 97.891 kl.
Kesepuluh, Brunei Darussalam. Impor minyak mentah dari negara tersebut ada Januari–Februari 2026 tercatat sebesar 43.461 ton atau setara 50.631 kl.
Sekadar informasi, Menteri ESDM mengklaim Indonesia sudah mulai mendatangkan minyak mentah dari Amerika Serikat (AS), sementara bahan bakar minyak (BBM) hingga kini belum diimpor dari AS.
Akan tetapi, dia tak mengungkapkan volume minyak mentah yang telah diimpor dari Negeri Paman Sam tersebut.
“Amerika sudah mulai berjalan, sudah mulai. BBM tidak, BBM kita tidak ambil dari sana, minyak mentah, crude-nya,” kata Bahlil kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (10/4/2026).
Adapun, Kementerian ESDM melaporkan sekitar 64,23% impor bensin yang dilakukan Indonesia sepanjang 1 Januari—1 April 2026 berasal dari Singapura.
Dalam periode yang sama, Malaysia menempati posisi kedua sebagai negara sumber impor bensin terbesar, dengan porsi sekitar 27,18%.
Posisi ketiga ditempati Oman, dengan porsi sebesar 5,55% dari total impor gasoline yang dilakukan Indonesia.
Selanjutnya, Uni Emirat Arab (UEA) tercatat sebagai negara sumber impor bensin terbesar keempat, yakni sebesar 3,03% dari total impor yang dilakukan Indonesia.
Di sisi lain, berdasarkan data Dewan Energi Nasional (DEN) dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas), komposisi impor minyak mentah Indonesia pada 2025 berasal dari berbagai negara mitra, sehingga sumbernya terdiversifikasi.
Antara lain Nigeria sebesar 34,07 juta barel atau sekitar 25%, Angola sebesar 28,5 juta barel atau 21%, Arab Saudi sebesar 25,36 juta barel atau sekitar 19%, Brasil 9%, Australia 8%, serta sejumlah negara lainnya seperti Gabon, AS, dan Malaysia.
Daftar negara sumber impor minyak mentah Indonesia pada Januari–Februari 2026:
Nigeria:
767.905 ton atau sekitar 894.609 kl
Angola:
689.504 ton atau sekitar 803.772 kl
Arab Saudi:
514.422 ton atau sekitar 599.301 kl
Brasil:
272.782 ton atau sekitar 317.791 kl
Gabon:
218.090 ton atau sekitar 254.075 kl
Algeria:
132.700 ton atau sekitar 154.595 kl
UEA:
126.671 ton atau sekitar 147.592 kl
Guinea Khatulistiwa:
90.988 ton atau sekitar 106.001 kl
Malaysia:
84.028 ton atau sekitar 97.891 kl
Brunei Darussalam:
43.461 ton atau sekitar 50.631 kl
(azr/ros)





























