Logo Bloomberg Technoz

Penggunaan Bijak

Di sisi lain, Pertamina juga mengimbau konsumsi LPG di masyarakat tetap dilakukan secara bijak melalui gerakan hemat energi, guna menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan.

“Kami juga mengimbau penyerapan di masyarakat sesuai dengan Gerakan Hemat Energi dan Bijak Menggunakan Energi,” kata dia.

Pernyataan tersebut merespons langkah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang sebelumnya menginstruksikan kilang LPG swasta untuk mengalihkan penjualan dari sektor industri ke Pertamina.

Kebijakan ini ditujukan untuk memperkuat pasokan LPG bagi rumah tangga di tengah ketatnya suplai.

Sekretaris Ditjen Migas Rizwi Jilanisaf Hisjam menyebutkan produksi LPG dari kilang swasta kini diprioritaskan untuk ditawarkan terlebih dahulu kepada Pertamina, sebelum dialokasikan ke sektor lain.

“Kami juga menginstruksikan kepada kilang LPG swasta agar memprioritaskan penawaran kepada Pertamina Patra Niaga yang tadinya produksinya dijual kepada industri, tetapi kami memberikan prioritas, usulan prioritas kepada kilang-kilang LPG swasta untuk diberikan produksinya penawaran pertama kepada Pertamina Patra Niaga yang LPG-nya dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat,” kata Sekretaris Ditjen Migas Rizwi Jilanisaf Hisjam, dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI, medio pekan ini.

Langkah ini diambil di tengah tingginya kebutuhan LPG nasional. Sepanjang Januari—Februari 2026, konsumsi LPG mencapai sekitar 26.000 metrik ton per hari atau total 1,56 juta metrik ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 84% masih dipenuhi dari impor.

Selain mengalihkan pasokan LPG industri untuk kebutuhan masyarakat, Ditjen Migas juga mengupayakan mendiversifikasi sumber impor LPG dari negara Asia utamanya Asean.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan kondisi pasokan LPG nasional saat ini sudah mulai membaik setelah sempat mengalami tekanan. Ia mengklaim stok LPG telah berada di atas 10 hari, meski masih di bawah ambang batas minimum nasional sebesar 11,4 hari.

Dengan tambahan pasokan dari kilang swasta dan kedatangan kargo impor dalam waktu dekat, pemerintah berharap stabilitas pasokan LPG dapat terus terjaga, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

-- Dengan asistensi Azura Yumna Ramadani Purnama

(fik/wdh)

No more pages