Logo Bloomberg Technoz

Serangan rudal dan drone telah merusak sebagian besar infrastruktur energi Arab Saudi yang luas, termasuk kilang minyak, ladang minyak di tengah gurun, dan pabrik petrokimia.

Kerajaan tersebut telah memangkas produksi minyak mentah setelah Iran hampir memblokir Selat Hormuz, tetapi telah memulihkan sebagian ekspor yang hilang dengan mengalihkan aliran melalui jalur tersebut ke pantai Laut Merah.

Penurunan kapasitas produksi setara dengan hampir satu dari setiap 10 barel ekspor minyak mentah Saudi sebelum perang, menurut perhitungan Bloomberg.

Besarnya kerusakan pada fasilitas merupakan isu kunci yang dipantau oleh para pedagang, konsumen, dan pemerintah karena akan memengaruhi berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan pasokan setelah perang Amerika Serikat (AS)-Israel di Iran berakhir.

Bloomberg melaporkan pada Rabu bahwa pipa ke Laut Merah mengalami kerusakan terbatas akibat serangan pesawat tak berawak, tetapi ekspor minyak terus berlanjut dari Yanbu di ujung barat pipa tersebut.

Harga minyak mentah internasional telah melonjak lebih dari 30% sejak perang dimulai pada 28 Februari dan diperdagangkan mendekati US$97/barel.

Pasar menghadapi kekurangan harian lebih dari 10 juta barel, setara dengan sekitar sepersepuluh dari permintaan global karena penyumbatan selat tersebut.

Pipa minyak Timur-Barat dapat memompa hingga 7 juta barel minyak mentah setiap hari dari ladang utama negara itu di dekat Teluk Persia ke pelabuhan Yanbu yang dapat mengekspor sekitar 5 juta barel per hari.

Sisa minyak tersebut digunakan untuk memenuhi permintaan lokal, atau untuk membuat produk seperti diesel dan bahan bakar jet, yang juga diekspor.

Serangan terhadap fasilitas produksi minyak lepas pantai Manifa milik Aramco dan kompleks Khurais di darat mengurangi kapasitas produksi masing-masing sekitar 300.000 barel per hari.

Khurais menghasilkan jenis minyak mentah ringan yang telah dipompa Aramco melalui pipa minyak Timur-Barat, sementara Manifa dan deposit lepas pantai Aramco lainnya umumnya memompa minyak mentah yang lebih kental dan berat.

CEO Aramco, Amin Nasser, mengatakan pada 10 Maret bahwa perusahaan tersebut memperlambat produksi minyak mentah karena tangki penyimpanan sudah penuh.

Kilang minyak, termasuk usaha patungan dengan TotalEnergies SE dan Exxon Mobil Corp., juga telah terkena serangan, kata SPA.

Serangan terhadap produksi minyak dan gas Saudi, pipa, dan pabrik tersebut menewaskan satu warga sipil dan melukai tujuh karyawan, menurut laporan SPA.

(bbn)

No more pages