Logo Bloomberg Technoz

Adapun, dalam periode Januari—Februari 2026 total kebutuhan bensin Indonesia mencapai 5,68 juta kiloliter (kl). Dari besaran itu, 3,44 juta kl diantaranya atau sekitar 59% didatangkan dari luar negeri dan 2,35 juta sisanya merupakan produksi domestik.

Total kebutuhan bensin pada dua bulan pertama tahun berjalan dilaporkan sebanyak 99.661 kl per hari. Sementara itu, kebutuhan bensin Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite dilaporkan mencapai 74.407 kl per hari.

Dalam periode tersebut, kebutuhan bensin Jenis Bahan Bakar Umum (JBU) atau bensin nonsubsidi mencapai 25.254 kl per hari.

Impor Solar Melandai

Pada perkembangan lain, Ditjen Migas melaporkan pada periode Januari—Februari 2026, total impor solar yang dilakukan Indonesia hanya sekitar 410.000 kl, atau sekitar 6,26% dari total kebutuhan solar domestik sejumlah 6,57 juta kl.

Dalam periode itu, produksi solar mencapai 3,13 juta kl dan fatty acid methyl ester (FAME) sebesar 2,24 juta kl. Dengan begitu total kebutuhan solar di dalam negeri mencapai 111.365 kl per hari. 

Di sisi lain, kebutuhan Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar pada Januari—Februari 2026 mencapai 52.373 kl per hari. Sementara itu, kebutuhan solar nonsubsidi mencapai 58.983 kl per hari.

Lebih lanjut pada periode Januari—1 April 2026, impor solar yang dilakukan Indonesia sekitar 58,56% di antaranya didatangkan dari Singapura.

Lalu, Indonesia juga mengimpor 36,56% solar dari Malaysia. Kemudian, impor solar yang dilakukan Indonesia 4,88% diantaranya berasal dari Taiwan.

Berdasarkan data Dewan Energi Nasional (DEN) dan Badang Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas), komposisi impor minyak mentah Indonesia pada 2025 berasal dari berbagai negara mitra sehingga sumbernya terdiversifikasi.

Antara lain Nigeria sebesar 34,07 juta barel atau sekitar 25%, Angola sebesar 28,5 juta barel atau 21%, Arab Saudi sebesar 25,36 juta barel atau sekitar 19%, Brasil 9%, Australia 8%, serta sejumlah negara lainnya seperti Gabon, AS, dan Malaysia.  

Untuk impor BBM, berdasarkan data Kementerian ESDM, pada 2025 Indonesia tercatat mengimpor BBM paling banyak dari Singapura dan Malaysia. 

Terdapat negara lainnya yang turut menjadi sumber impor BBM RI, antara lain China, Korea Selatan, Oman, Uni Emirat Arab (UEA), India, Mesir, Jepang, dan Taiwan.

(azr/wdh)

No more pages