Logo Bloomberg Technoz

Dari dalam negeri, cadangan devisa Indonesia tercatat turun menjadi US$148,2 miliar pada Maret 2026 akibat upaya stabilisasi rupiah oleh Bank Indonesia. Sementara itu, FTSE Russell mempertahankan status Indonesia sebagai Secondary Emerging Market. 

“Secara teknikal, IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan secara terbatas dengan support di level 7.200 dan resistance di 7.300,” papar BRI Danareksa, dengan catatan– pergerakan ini masih dikategorikan sebagai technical rebound di tengah ketidakpastian global.

Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah BUVA, RAJA, dan OASA.

Menyitir Phintraco Sekuritas, kenaikan indeks dipicu oleh meningkatnya harapan akan berakhirnya perang di Timur Tengah setelah Presiden Trump menyetujui gencatan senjata sementara dengan Iran. Penurunan tajam harga minyak mentah juga menjadi faktor positif, setelah Presiden Trump mengatakan AS telah menunda serangan yang direncanakan terhadap Iran selama dua minggu. 

Penurunan harga minyak tersebut membantu meredakan kekhawatiran atas potensi inflasi yang dipicu oleh energi, sehingga menimbulkan ekspektasi bahwa The Fed dapat kembali memangkas suku bunga pada akhir tahun ini.

Namun, yang jadi perhatian utama pada hari ini, Israel menyatakan akan terus menyerang Lebanon, karena tidak termasuk dalam perjanjian gencatan senjata. 

Iran memandang serangan Israel terhadap Lebanon sebagai pelanggaran gencatan senjata, sehingga lalu lintas kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz telah dihentikan setelah serangan Israel. Hal ini semakin menguatkan ekspektasi bahwa gencatan senjata ini masih rentan.

“Secara teknikal, pembentukan histogram positif berlanjut disertai dengan kenaikan volume beli. Stochastic RSI juga mengindikasikan penguatan IHSG berpotensi berlanjut,” papar Phintraco.

IHSG telah menembus level MA–5 dan MA–20. Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi menguji level resistance berikutnya di 7.300–7.350

Sedang, saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah BBNI, BBCA, UNVR, ISAT, dan ASII.

Kemudian CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, menguat signifikannya Bursa Wall Street pasca gencatan senjata dan naiknya harga komoditas mineral logam seiring pelemahan nilai tukar dolar Amerika diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. 

Sementara itu menguatnya nilai tukar rupiah dan mulai adanya aliran dana masuk investor asing berpeluang menjadi tambahan sentimen positif untuk IHSG. 

“IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan kisaran support 7.200–7.120 dan resist 7.360–7.440,” terang CGS International Sekuritas.

Saham–saham pilihan versi CGS meliputi saham TINS, ARCI, ANTM, MDKA, BBCA, dan BBNI.

Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi lanjut menguat didorong oleh tensi geopolitik yang membaik, penguatan harga komoditas utama seperti metal-mining dan emas, serta mulai kembalinya dana asing.

“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan menguat,” mengutip riset harian Panin Sekuritas.

Saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah AADI, ITMG, dan PWON.

(fad)

No more pages