Logo Bloomberg Technoz

Impor LPG RI Capai 84% Konsumsi Sebelum Perang, Terbanyak dari AS

Azura Yumna Ramadani Purnama
09 April 2026 12:20

Dok. PT Pertamina International Shipping (PIS)
Dok. PT Pertamina International Shipping (PIS)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan impor gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG) pada Januari—Februari 2026 mencapai 1,31 juta metrik ton atau setara 83,97% dari total kebutuhan sebanyak 1,56 juta metrik ton.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM produksi LPG domestik pada Januari—Februari 2026, atau periode sebelum perang Iran meletus pada 28 Februari, hanya sekitar 130.000 metrik ton.

Pada periode Januari hingga Februari 2026, kebutuhan LPG tercatat mencapai 26.000 metrik ton per hari.


“Dari grafik yang kami sampaikan terlihat bahwa produksi dalam negeri masih jauh di bawah kebutuhan sehingga impor LPG tetap mendominasi pasokan nasional,” kata Sekretaris Ditjen Migas Rizwi Jilanisaf Hisjam dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI, dikutip Kamis (9/4/2026).

Berdasarkan asal negaranya, impor LPG yang dilakukan Indonesia sampai 1 April 2026 mayoritas didatangkan dari Amerika Serikat (AS), dengan porsi sebesar 68,91% dari total impor.