Logo Bloomberg Technoz

Pergerakan ini menunjukkan betapa rapuhnya kepercayaan pasar, meski sebelumnya sempat terjadi reli pemulihan lintas aset akibat janji Washington untuk menghentikan serangan terhadap Iran selama dua minggu. Serangan Israel di Lebanon kini mengancam keberlangsungan gencatan senjata dalam konflik enam minggu yang telah mengacaukan pasar energi akibat penutupan efektif Selat Hormuz.

"Gencatan senjata ini jelas merupakan berita positif, tetapi bukan sebuah resolusi akhir," ujar Mark Hackett dari Nationwide. "Yang menonjol adalah betapa cepatnya pasar berbalik arah begitu tekanan mereda sedikit saja."

Pertempuran sporadis masih berlanjut di Timur Tengah, termasuk kampanye militer Israel melawan milisi Hizbullah di Lebanon. Pejabat Iran menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang usianya bahkan belum genap sehari.

Di sisi lain, pipa minyak utama Arab Saudi ke Laut Merah dilaporkan mengalami kerusakan terbatas akibat serangan drone sebelumnya di salah satu stasiun pompa. Namun, menurut sumber yang memahami masalah tersebut, aliran minyak mentah tetap berlanjut.

Gelombang optimisme sempat menyapu pasar keuangan global pada Rabu, mendorong saham dan mata uang kripto naik serta memicu aksi jual minyak setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan gencatan senjata. Peningkatan minat terhadap aset berisiko mendorong indeks S&P 500 naik 2,5% dan menghidupkan kembali ekspektasi bahwa Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada 2026.

Indeks dolar Bloomberg naik 0,1% pada Kamis, sementara harga emas turun 0,4% menjadi 4.700 dolar AS per ons. Bitcoin sedikit melemah dan diperdagangkan di sekitar 71.000 dolar AS.

Pelaku pasar masih mencermati Selat Hormuz dan kemungkinan kembalinya arus energi melalui jalur tersebut.

Selat tersebut sebagian besar masih terblokir pada Rabu, ketika pemilik kapal mencoba memastikan keamanan pelayaran menyusul gencatan senjata rapuh antara AS dan Iran yang diumumkan semalam.

Hanya tiga kapal yang terlihat meninggalkan kawasan tersebut pada Rabu, menurut data pelacakan kapal yang dihimpun Bloomberg. Sebagian memiliki keterkaitan dengan Iran, dan media negara itu kemudian melaporkan bahwa jalur tanker akan tetap diblokir setelah serangan di Lebanon. Dalam kondisi normal, sekitar 135 kapal melintasi selat setiap hari, sementara lebih dari 800 kapal kargo kini tertahan di kawasan Teluk, sebagian besar menunggu keluar.

Pembukaan kembali Selat Hormuz akan menjadi proses yang “sangat rumit”, dengan Iran diperkirakan akan mengendalikan arus kargo dan berpotensi memengaruhi hampir setiap barel minyak yang keluar dari jalur tersebut, menurut RBC Capital Markets LLC.

Sementara itu, risalah rapat kebijakan Maret The Fed yang dirilis Rabu menunjukkan sebagian besar pejabat khawatir perang berkepanjangan dapat merugikan pasar tenaga kerja dan memerlukan suku bunga lebih rendah. Namun, banyak pembuat kebijakan juga menyoroti risiko terhadap inflasi.

Pergerakan Utama Pasar

Saham

  • Kontrak S&P 500 turun 0,2% pada pukul 09.08 waktu Tokyo
  • Kontrak Hang Seng turun 0,3%
  • Indeks Topix turun 0,2%
  • Indeks S&P/ASX 200 turun 0,4%
  • Kontrak Euro Stoxx 50 naik 4,9%

Mata Uang

  • Indeks Dolar Bloomberg naik 0,1%
  • Euro relatif stabil di 1,1654 dolar AS
  • Yen Jepang turun 0,1% menjadi 158,73 per dolar
  • Yuan offshore relatif stabil di 6,8370 per dolar

Kripto

  • Bitcoin turun 0,4% menjadi 71.066,38 dolar AS
  • Ether turun 0,9% menjadi 2.191,18 dolar AS

Obligasi

  • Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun stabil di 4,29%
  • Imbal hasil obligasi Jepang tenor 10 tahun turun empat basis poin menjadi 2,365%
  • Imbal hasil obligasi Australia tenor 10 tahun naik delapan basis poin menjadi 4,94%

Komoditas

  • West Texas Intermediate naik 3,1% menjadi 97,33 dolar AS per barel
  • Emas spot turun 0,4% menjadi 4.701,08 dolar AS per ons

Laporan ini disusun dengan bantuan Bloomberg Automation.

(bbn)

No more pages