Purbaya: Skenario Defisit APBN 2,9% Belum Termasuk Penggunaan SAL
Mis Fransiska Dewi
08 April 2026 12:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan skenario perubahan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dengan pelebaran defisit menjadi 2,9% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) belum termasuk penggunaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang dimiliki pemerintah sebesar Rp420 triliun.
Sebelumnya, pemerintah memperkirakan defisit anggaran bisa melebar dari semula 2,68% menjadi 2,9% terhadap PDB jika belanja subsidi bahan bakar minyak (BBM) dalam APBN melonjak akibat kenaikan harga minyak dunia dan depresiasi rupiah. Dalam skenario ini, rerata harga minyak dunia diasumsikan melonjak hingga US$100/barel, dari asumsi makro saat ini US$70/barel.
Purbaya menjelaskan skenario tersebut dihitung berdasarkan langkah efisiensi pemerintah yang dilakukan terhadap sejumlah kementerian/lembaga (K/L) dengan dengan optimalisasi belanja negara dalam rentang Rp121,2 triliun sampai Rp130,2 triliun.
“Belum, belum pakai SAL itu. Kita masih ada baru efisiensi [K/L] angka saya yang terakhir itu US$100/barel. [skenario defisit 2,9%] belum pakai SAL,” kata Purbaya dikutip Rabu (8/4/2026).
Purbaya menjelaskan skenario akan berubah sesuai perkembangan kondisi geopolitik terhadap perekonomian RI. Dia menegaskan penggunaan SAL sebagai bantalan keuangan negara.





























