Purbaya Klaim Inflasi Maret 2026 Cuma 2,5% Tanpa Diskon Listrik
Mis Fransiska Dewi
06 April 2026 11:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim inflasi pada Maret 2026 atau periode Ramadan dan Lebaran sejatinya berada di level 2,51% jika dihitung tanpa diskon listrik.
Bendahara Negara memastikan hingga saat ini harga relatif masih terkendali dan inflasi konsisten dalam rentang target pemerintah. Purbaya menyebut kondisi ini mencerminkan efektivitas koordinasi kebijakan moneter dan fiskal dalam menjaga daya beli masyarakat.
Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju inflasi pada Maret 2026 berada di level 3,48% secara tahunan (yoy), menurun dibanding Februari yang mencapai 4,8% (yoy). Angka inflasi Maret 2026 secara bulanan (mtm) bahkan hanya 0,41%, atau melambat dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,68%. Padahal umumnya, inflasi pada periode Ramadan dan Lebaran lebih tinggi dibanding periode lainnya
“Inflasi pada bulan Maret mencapai 3,48% yoy. Ini ada dampak diskon listrik tahun lalu yang tidak dihitung oleh atau tidak dikeluarkan oleh BPS. Karena memang angka inflasinya seperti itu. Tapi kalau kita keluarkan pengalaman dari kenaikan subsidi listrik tahun lalu, inflasi di bulan Maret hanya 2,51%. Jadi masih relatif terkendali,” kata Purbaya saat rapat bersama Komisi XI DPR RI, Senin (6/4/2026).
Dia menyebut inflasi Maret 2026 sebesar 3,48% menimbulkan salah pemahaman dan dianggap terdapat masalah dalam perekonomian RI karena harga naik terlalu tinggi. Dia menegaskan hingga saat ini ekonomi RI masih tumbuh ekspansif tanpa menciptakan tekanan harga secara signifikan.































