OJK Dorong Mitigasi Risiko Jasa Keuangan Hadapi Tensi Geopolitik
Pramesti Regita Cindy
06 April 2026 13:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut bahwa eskalasi yang terjadi imbas tensi geopolitik di Timur Tengah berpotensi mempengaruh perekonomian di dunia, tak terkecuali Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Komisoner OJK Friderica Widyasari Dewi mendorong seluruh lembaga jasa keuangan untuk melakukan proses analisis data atau asesmen lanjutan dengan pandangan orientasi kedepan sembari memperkuat manajemen risiko.
"Kemudian juga mencermati secara intensif kinerja debitur, serta menjaga kecukupan likuditas dan juga permodalan," kata Kiki, sapaan akrab Friderica dalam RDKB OJK, Senin (6/4/2026).
Kiki juga menegaskan prospek perekonomian global sejatinya masih berada pada jalur penguatan seiring dengan meredanya tekanan inflasi dan membaiknya permintaan global. Namun, memang tensi geopolitik turut mempengaruhi jalur pemulihan tersebut secara material.
Kiki bahkan menyebut jika Organisation for Economic Co-operation and Development atau OECD di dalam laporan terbarunya turut memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi beberapa negara-negara di dunia secara global lantaran situasi di Timur Tengah memicu distrupsi rantai pasok energi yang berdampak terhadap naiknya harga minyak dan juga komoditas lainnya.
Babak lanjutan dari tensi ini menurut Kiki dapat mengarah pada tekanan inflasi global serta penurunan daya beli dan permintaan agregat.



























