Di sisi lain, Argus Media mencatat Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi kembali menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka kecuali bagi ‘musuh-musuh’ Iran.
Araqchi menekankan bahwa Iran hanya memblokir jalur aman bagi kapal-kapal yang 'terkait dengan musuh’, sambil menambahkan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka ‘bagi yang lain’.
Akan tetapi, dia mengatakan beberapa pemilik kapal memilih untuk menghindari jalur tersebut karena ketidakamanan, sementara yang lain tidak dapat melintas karena asuransi "sederhana saja tidak mau memberikan pertanggungan".
Dia mengatakan banyak dari pemilik kapal ini, atau pemerintah yang memiliki kapal-kapal tersebut, telah menghubungi Teheran untuk meminta bantuan guna memastikan perjalanan yang aman.
"Bagi beberapa negara yang bersahabat dengan kami, dan yang telah kami putuskan untuk dibantu, jalur aman telah disediakan oleh angkatan bersenjata kami," kata Araqchi, sebagaimana dilaporkan Argus Media.
Araqchi mengatakan Iran telah mengizinkan kapal-kapal dari "negara-negara sahabat, termasuk China, Rusia, India, Irak, dan Pakistan" untuk melintas.
Berikut daftar negara yang sudah diizinkan Iran melewati Selat Hormuz:
China
Dua kapal kontainer yang terkait dengan perusahaan pelayaran milik negara China, Cosco Shipping Corp, tercatat keluar dari Teluk Persia melalui Selat Hormuz pada Senin (30/3/2026).
Ini merupakan kapal barang pertama yang dioperasikan oleh perusahaan besar yang didukung Beijing yang melewati jalur air tersebut sejak perang dimulai.
China mengonfirmasi bahwa kapal kontainer dan tanker migas China telah melintasi selat tersebut—kali pertama Beijing mengakui adanya pelintasan sejak perang dimulai.
Pelintasan tersebut dilakukan dengan "fasilitasi dan koordinasi dari pihak-pihak terkait," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China dalam konferensi pers rutin, menanggapi pertanyaan.
Dia merujuk pada tiga kapal tanpa menyebutkan nama kapal atau memberikan perincian. Sebuah kapal kargo berbendera China juga melintasi selat tersebut pada awal Maret.
Thailand
Perusahaan Thailand, Bangchak Corporation Public Company Limited, mengumumkan tanker minyak perseroan sudah dapat melewati Selat Hormuz dengan selamat.
Dalam pengumumannya, Bangchak menyatakan tanker perseroan berlabuh di Teluk Persia sejak 11 Maret 2026 dan baru-baru ini akhirnya diizinkan melintasi Selat Hormuz dengan aman.
“Perusahaan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Thailand, melalui Kementerian Luar Negeri, atas koordinasi dengan otoritas terkait, serta kepada Pemerintah Republik Islam Iran dan Kesultanan Oman, dalam memfasilitasi pelayaran kapal tersebut sesuai dengan hukum internasional,” kata Bangchak dalam keterangan resminya.
Kapal asal Thailand tersebut akhirnya dapat melintasi Selat Hormuz. setelah sebelumnya kapal kargo curah Mayuree Naree dihantam proyektil Iran hari Rabu (11/3/2026) saat melintas tanpa muatan.
Malaysia
Pada Kamis (26/3/2026) malam, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim juga mengumumkan Iran baru saja mengizinkan kapal-kapal Negeri Jiran yang terjebak di Teluk Persia untuk melintasi Selat Hormuz, usai jalur nadi perdagangan migas tersebut ditutup hampir selama satu bulan.
“Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih kepada presiden Iran karena telah memberikan izin melintas lebih awal,” kata Anwar Ibrahim.
“Kami sekarang sedang dalam proses mengamankan pembebasan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat, agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang.”
Bahkan, saat ini kapal tanker Malaysia yang diizinkan berlayar melalui Selat Hormuz tidak akan dikenai biaya tol yang diberlakukan oleh Iran.
Pada akhir Maret, Menteri Luar Negeri Malaysia mengatakan Iran telah mengizinkan tujuh kapal tanker Malaysia untuk melintasi Selat Hormuz.
Jepang
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan negaranya siap mengizinkan kapal-kapal yang terkait dengan Jepang untuk melintasi Selat Hormuz setelah adanya konsultasi antara pejabat kedua negara, menurut Kyodo News.
Baru-baru ini dilaporkan bahwa sebuah tanker yang mengangkut gas alam cair atau liquified natural gas (LNG) milik Jepang berhasil melintasi Selat Hormuz.
Irak
Militer Iran menyatakan bahwa produsen minyak besar Irak dikecualikan dari pembatasan pelayaran di Selat Hormuz. Pernyataan tersebut berpotensi membuka kembali pengiriman hingga 3 juta barel minyak Irak per hari.
Belum jelas apakah pengecualian ini akan berlaku untuk seluruh minyak Irak atau hanya kapal tanker milik negara tersebut, serta bagaimana penerapannya di lapangan.
Filipina
Iran menjamin pelayaran kapal-kapal Filipina melalui Selat Hormuz akan "aman, tanpa hambatan, dan lancar," kata negara Asia Tenggara tersebut.
Menurut Departemen Luar Negeri Filipina dalam pernyataannya pekan lalu, jaminan tersebut diberikan oleh Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi melalui panggilan telepon pada Kamis dengan Menteri Luar Negeri Filipina Ma Theresa Lazaro.
Pakistan
Iran telah menyetujui untuk mengizinkan 20 kapal tambahan berbendera Pakistan melintasi Selat Hormuz, kata Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar dalam sebuah unggahan di X. Dar mengatakan, dua kapal Pakistan bakal melintasi selat Hormuz setiap harinya.
Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian tengah membahas konflik yang saat ini terjadi di Timur Tengah.
India
Dua kapal tanker lagi yang menuju India dan membawa gas minyak cair atau liquefied petroleum gas (LPG) terpantau berhasil keluar dari Teluk Persia melalui Selat Hormuz, sehingga menambah jumlah kapal yang berhasil melewati jalur air sempit tersebut.
Kapal BW Tyr dan BW Elm yang berbendera India, bermuatan bahan bakar masak, terakhir kali menunjukkan posisi mereka melewati ujung utara semenanjung Oman, menurut data pelacakan kapal yang dikumpulkan oleh Bloomberg.
Bangladesh
Duta Besar Iran untuk Bangladesh Jailil Rahimi Jahanabad menyatakan Dewan Keamanan Iran telah memberikan izin bagi enam kapal Bangladesh yang terdampak untuk melintasi Selat Hormuz.
Kantor Berita Nasional Malaysia (Bernama) melaporkan Bangladesh dan Iran bekerja sama untuk memastikan kepulangan kapal-kapal tersebut dengan selamat.
Turki
Reuters melaporkan bahwa sebuah kapal milik Turki yang telah menunggu di dekat Iran diizinkan melewati Selat Hormuz setelah pihak berwenang menerima izin dari Teheran, kata Menteri Transportasi dan Infrastruktur Turki Abdulkadir Uraloglu.
"Ada lima belas kapal [dengan pemilik berkebangsaan Turki] di sana; kami memperoleh izin dari pihak berwenang Iran untuk salah satunya, yang telah menggunakan pelabuhan Iran, dan kapal itu lolos pemeriksaan," kata Uraloglu.
Kementerian tersebut mengatakan bahwa kapal yang melewati selat itu adalah Rozana. Ditambahkan bahwa kapal-kapal milik Turki membawa total 171 personel di area tersebut.
Oman
Dua kapal pengangkut minyak mentah berukuran besar atau very large crude carrier (VLCC) yang dioperasikan Oman Shipping Management telah keluar dari Selat Hormuz pada Kamis (2/4/2026), menurut data MarineTarffic dan LSEG.
Pada saat yang sama, satu kapal pengangkut LNG yang turut dioperasikan Oman Shipping Management dilaporkan telah melewati Selat Hormuz pada hari yang sama.
Rusia
Iran secara resmi juga mengizinkan kapal-kapal Rusia untuk menggunakan Selat Hormuz untuk pelayaran komersial.
Iran menilai Rusia merupakan salah satu negara sahabat, sehingga keputusan tersebut kian memperkuat eratnya hubungan antara kedua negara itu di tengah konflik.
(wdh)































