Logo Bloomberg Technoz

Jika harga emas bertahan di zona merah sampai tutup lapak, maka akan ada koreksi dua hari perdagangan beruntun.

Harga emas kembali tertekan seiring peningkatan tensi di Timur Tengah. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi ancaman baru terhadap Iran jika tidak segera membuka Selat Hormuz.

Dalam unggahan di media sosial, Trump menyebut bakal menghadirkan ‘neraka’ bagi Iran. Namun Teheran bergeming, dan melanjutkan serangan ke berbagai negara tetangga yang menjadi basis AS.

Perkembangan ini membuat harga minyak kembali melonjak. Pada pukul 08:13 WIB, harga minyak jenis brent naik 1,57% ke US$ 110,75/barel.

Kenaikan harga energi membuat dunia dihantui risiko inflasi yang tinggi. Ini akan membuat bank sentral di berbagai negara (termasuk Federal Reserve di AS) sulit untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga acuan.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga belum turun.

(aji)

No more pages