Logo Bloomberg Technoz

Ancaman Donald Trump Terbaru Atas Iran Buat Bursa Saham AS Turun

News
06 April 2026 05:40

S&P (Sumber: Bloomberg)
S&P (Sumber: Bloomberg)

Bernadette Toh-Bloomberg News

Bloomberg, Indeks saham Amerika Serikat turun sementara harga minyak naik. Hal ini terjadi usai Presiden AS Donald Trump membuka peluang akan meningkatkan eskalasi perang di Iran secara signifikan.

Ancaman ini berpotensi memperburuk guncangan harga energi yang sudah mengguncang prospek ekonomi global. Indeks S&P 500 turun 0,4% saat perdagangan dimulai pada Senin. Minyak mentah Brent naik 1% menjadi US$110 per barel.


Trump kembali mengancam pada Minggu dini hari untuk menyerang infrastruktur Iran jika rute pengiriman energi utama melalui Selat Hormuz tetap ditutup. Trump kemudian menyusulnya dengan ancaman lain dengan berkata: “Selasa, pukul 20.00 Waktu Timur!” tanpa penjelasan lebih lanjut.

Omongan Trump tersebut muncul saat OPEC+ memperingatkan bahwa kerusakan pada aset energi di Timur Tengah akan berdampak jangka panjang pada pasokan minyak bahkan setelah konflik berakhir. Namun, tidak ada tanda-tanda kemajuan menuju gencatan senjata karena serangan terus meletus di seluruh wilayah, membuat harga minyak utama tetap berada jauh di atas US$100 per barel.