Logo Bloomberg Technoz

Demi Perang Iran, Trump Usul Pangkas Anggaran Domestik AS 10%

News
04 April 2026 09:00

Kontrak Berjangka Saham Turun karena Tarif Eropa yang Diberlakukan Trump Membebani Sentimen (Bloomberg)
Kontrak Berjangka Saham Turun karena Tarif Eropa yang Diberlakukan Trump Membebani Sentimen (Bloomberg)

Gregory Korte dan Erik Wasson - Bloomberg News

Bloomberg, Donald Trump resmi meminta Kongres AS untuk mengesahkan anggaran belanja diskresioner sebesar US$2,2 triliun (sekitar Rp37.000 triliun). Proposal ini mencakup peningkatan masif pada sektor pertahanan di tengah berkecamuknya perang di Iran, sembari memangkas drastis anggaran berbagai lembaga domestik.

Proposal anggaran tahun 2027 yang dirilis pada Jumat tersebut meminta alokasi US$1,5 triliun untuk pertahanan, meningkat signifikan dibandingkan US$1 triliun yang diajukan untuk tahun fiskal 2026. Angka baru tersebut mencakup US$1,1 triliun belanja diskresioner dasar untuk Departemen Pertahanan serta tambahan US$350 miliar belanja wajib. Kantor Manajemen dan Anggaran (OMB) juga masih meninjau kemungkinan paket tambahan Pentagon sebesar US$200 miliar untuk tahun fiskal berjalan, di luar permintaan yang diajukan Jumat, seiring AS melanjutkan perang dengan Iran.


Belanja diskresioner non-pertahanan akan dipangkas 10% atau sekitar US$73 miliar, menurut Gedung Putih.

“Presiden Trump berjanji untuk berinvestasi kembali dalam infrastruktur keamanan nasional Amerika, guna memastikan negara kita aman di dunia yang berbahaya,” kata Direktur Anggaran Gedung Putih Russell Vought dalam pesan yang menyertai proposal tersebut. “Anggaran 2027 menegaskan janji tersebut dan akan memastikan Amerika Serikat tetap mempertahankan militer paling kuat dan paling mampu di dunia.”