Logan The Fed: Perang Iran Picu Risiko Inflasi dan Pasar Kerja AS
News
03 April 2026 09:45

Catarina Saraiva - Bloomberg News
Bloomberg, Gubernur Federal Reserve Bank of Dallas, Lorie Logan, memperingatkan bahwa konflik Amerika Serikat (AS) di Iran meningkatkan risiko inflasi tinggi sekaligus pelemahan di pasar tenaga kerja.
Konflik tersebut menurutnya telah memperlebar tingkat ketidakpastian terhadap ekonomi dan proyeksi masa depan. "Pekerjaan kami menjadi lebih kompleks karena risiko meningkat di kedua sisi mandat kami [stabilitas harga dan lapangan kerja penuh]," ujar Logan dalam sebuah diskusi di Dallas, Kamis (2/4).
Logan menjelaskan bahwa jika perang segera usai dan Selat Hormuz kembali dibuka, dampak terhadap ekonomi dan pasar tenaga kerja mungkin akan moderat. Namun, "Jika konflik berlanjut dan butuh waktu lama untuk membuka kembali selat tersebut, maka dampak buruknya bisa lebih besar," tambahnya.
Selain menyoroti dampak perang, Logan memberikan pidato mengenai rencana bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) untuk menyusutkan neraca keuangannya melalui perubahan regulasi. Ia mengusulkan pengurangan permintaan bank terhadap cadangan (reserves) bank.





























