Istana Minta Kemlu Pastikan Keberadaan 9 WNI di Perairan Siprus
Dovana Hasiana
19 May 2026 10:57

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman mengatakan sudah berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri mengenai tindakan militer Israel mencegat sejumlah kapal misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.
Dudung mengatakan sampai dengan saat ini pemerintah belum bisa memastikan posisi terkini dari sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan tersebut. Sejauh ini, pemerintah mendapatkan informasi lima WNI ditangkap dan empatnya masih berlayar.
“Saya sudah komunikasi dengan Kemlu untuk segera melakukan pendekatan melalui jalur diplomasi. Sampai sekarang belum bisa dipastikan posisi terkini dari sembilan orang WNI. Lima orang tertangkap dan empat masih keliaran dibeberapa tempat nanti berita terbaru saya kabari,” ujar Dudung kepada awak media, Selasa (19/05/2026).
Kementerian Luar Negeri mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan. Mereka juga meminta Israel menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional
Juru Bicara Kemlu Yvonne Mewengkang mengatakan sejak awal Kemlu telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman untuk menyiapkan langkah antisipatif demi memastikan keselamatan dan percepatan proses pemulangan mereka.





























