Meski sistem cadangan likuiditas yang disebut ample reserves saat ini dinilai lebih baik dibandingkan sistem sebelum krisis keuangan global, Federal Reserve perlu mempertimbangkan perubahan yang dapat mengurangi cadangan tanpa mengorbankan keamanan sistem perbankan, kata Logan dalam naskah pidato yang disiapkan untuk acara di Dallas.
"Secara keseluruhan, kerangka cadangan yang melimpah (ample reserves) saat ini efisien dan efektif. Selama hampir dua dekade, sistem ini terbukti mampu menjaga suku bunga pasar uang tetap dalam rentang target FOMC," kata Logan. "Menggeser kurva permintaan ke dalam dengan mengurangi kebutuhan bank akan cadangan jauh lebih baik daripada kembali ke kondisi cadangan terbatas."
Neraca keuangan The Fed yang membengkak akibat pembelian sekuritas selama krisis finansial global dan pandemi kini menjadi topik hangat di kalangan pejabat Fed dan anggota parlemen.
Meskipun sebagian besar pihak setuju bahwa ukuran neraca harus dikurangi, metode terbaik untuk melakukannya masih memicu debat sengit. Kevin Warsh, calon pengganti Jerome Powell yang dicalonkan Donald Trump, berpendapat bahwa penyusutan neraca dapat membuka jalan bagi pemotongan suku bunga lebih lanjut.
Dalam esai yang menyertai pidatonya, Logan bersama penasihat seniornya Sam Schulhofer‑Wohl memaparkan berbagai pendekatan untuk mengurangi neraca The Fed.
Logan, yang sebelumnya berkarier di meja pasar Federal Reserve Bank of New York yang mengawasi operasi neraca, mengatakan ia mendukung pengurangan cadangan bank dengan menyederhanakan beberapa aturan likuiditas. Ia juga menyebut perubahan pada fasilitas pinjaman darurat, yaitu discount window, dapat menurunkan permintaan cadangan lebih lanjut. Logan juga memuji fasilitas pinjaman jangka pendek lain yang membantu meningkatkan akses pendanaan harian.
Kepala The Fed Dallas tersebut menegaskan cadangan yang dimiliki bank untuk kebutuhan regulasi tetap penting sebagai perlindungan selama periode tekanan keuangan, dan regulator tidak seharusnya menghalangi bank menggunakan cadangan tersebut saat krisis.
“Kepemilikan cadangan yang membuat sistem perbankan lebih aman merupakan penggunaan neraca Federal Reserve yang efisien dan efektif. Saya tidak ingin menghalangi hal itu,” kata Logan.
Namun, ia menilai beberapa aturan likuiditas justru meningkatkan cadangan tanpa meningkatkan keamanan karena bank enggan menggunakannya saat krisis. “Itu penggunaan neraca Federal Reserve yang tidak efisien dan bisa kita kurangi,” ujarnya.
Logan juga menambahkan bahwa usulan agar The Fed hanya membayar bunga cadangan hingga kuota tertentu bagi setiap bank merupakan bentuk perencanaan terpusat yang berpotensi menghambat inovasi, pertumbuhan, dan persaingan.
Dalam diskusi setelah pidato, Logan juga menyinggung perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Ia mengatakan teknologi tersebut berpotensi meningkatkan produktivitas, namun bank sentral perlu memantau lonjakan investasi infrastruktur AI agar tidak memicu inflasi.
“Dalam jangka pendek, saya fokus pada peningkatan permintaan, namun seiring waktu saya memperkirakan akan ada peningkatan produktivitas yang lebih kuat, yang berarti pertumbuhan bisa lebih cepat dengan tingkat inflasi yang lebih rendah dalam jangka panjang,” kata Logan.
(bbn)

























