Langkah ini merupakan bagian dari komitmen DSSA untuk mencapai carbon neutrality pada 2050 melalui pendekatan transisi yang dilakukan secara bertahap dan terukur.
Sebelumnya, DSSA lewat DSSR Daya Mas Sakti membentuk joint venture bersama dengan PT FirstGen Geothermal Indonesia (FGI) tahun lalu.
Wakil Ketua dan CEO EDC sekaligus Presiden & COO First Gen Francis Giles B. Puno, menambahkan kolaborasi ini menjadi momentum penting bagi EDC dalam memperluas kiprahnya di Indonesia.
“Dengan menggabungkan kapabilitas global EDC dan kehadiran lokal DSSR yang kuat, ventura bersama ini tidak hanya akan mengembangkan proyek, tetapi juga membangun kapasitas dan mentransfer pengetahuan yang akan memberikan dampak jangka panjang bagi sektor energi terbarukan Indonesia,” ujarnya.
Sebagai informasi, DSSR merupakan entitas anak tidak langsung DSSA yang bergerak di bidang pengembangan energi panas bumi.
Secara grup, DSSA memiliki portofolio bisnis di beberapa lini usaha, yakni pertambangan, energi baru dan terbarukan, teknologi, bahan kimia, serta investasi.
(naw)




























