Logo Bloomberg Technoz

Saat harga minyak kedelai lebih murah, maka menggunakan CPO menjadi kurang menguntungkan. Kedua komoditas ini bisa saling menggantikan dan bersaing di pasar minyak nabati dunia.

Kemudian, penguatan nilai tukar ringgit Malaysia juga membebani harga CPO. Kemarin, mata uang Negeri Harimau Malaya terapresiasi 0,54% terhadap dolar AS.

CPO adalah aset yang dibanderol dalam ringgit. Ketika ringgit menguat, maka kontrak CPO menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Buah sawit atau CPO usai diambil dari perkebunan kelapa sawit. (Bloomberg)

Analisis Teknikal

Lalu bagaimana ‘ramalan’ harga CPO untuk hari ini, Kamis (2/4/2026)? Apakah bakal turun lagi atau bisa berbalik arah?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), CPO masih bertahan di zona bullish. Tercermin dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 63. RSI di atas 50 mengindikasikan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 59. Menghuni area beli (long), tetapi belum terlalu kuat.

Untuk perdagangan hari ini, harga CPO masih berisiko turun. Target support terdekat sepertinya ada di MYR 4.648/ton yang menjadi Moving Average (MA) 10. 

Jika tertembus, maka target koreksi lanjutan adalah MYR 4.554/ton. Target paling pesimistis atau support terjauh adalah MYR 4.245/ton.

Namun apabila harga CPO bisa naik, maka MYR 4.869/ton rasanya bisa menjadi target resisten terdekat. Resisten selanjutnya ada di MYR 4.899-4.970/ton.

(aji)

No more pages