Logo Bloomberg Technoz

PET-CT Scan Tingkatkan Akurasi Deteksi Kanker


(Dok. Mayapada hospital)
(Dok. Mayapada hospital)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perkembangan teknologi medis terus membuka peluang baru dalam penanganan kanker, salah satunya melalui pemanfaatan PET-CT Scan. Teknologi ini menjadi solusi bagi pasien yang masih meragukan hasil pemeriksaan kanker, terutama dalam memastikan keberadaan dan aktivitas sel kanker di dalam tubuh secara lebih akurat.

Dalam praktik kedokteran modern, PET-CT Scan menghadirkan pendekatan yang lebih komprehensif. Pemeriksaan ini memungkinkan tenaga medis menilai aktivitas sel kanker sejak dini sekaligus menentukan stadium penyakit secara lebih presisi. Dengan begitu, langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terencana.

PET-CT sendiri merupakan gabungan dari dua teknologi utama, yaitu Positron Emission Tomography dan Computed Tomography. PET berfungsi untuk melihat aktivitas metabolisme sel, sedangkan CT memberikan gambaran struktur anatomi tubuh secara detail. Kombinasi ini menjadikan hasil pemeriksaan lebih menyeluruh.

Dokter spesialis kedokteran nuklir dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Yustia Tuti, SpKN, menegaskan pentingnya teknologi ini dalam dunia medis. “PET-CT berperan mendeteksi kanker lebih awal dibandingkan dengan pencitraan konvensional.”

Keunggulan PET-CT tidak hanya terletak pada deteksi dini, tetapi juga dalam menentukan stadium kanker secara akurat. Informasi mengenai stadium sangat penting karena akan memengaruhi pilihan terapi yang akan dijalani pasien.

Menurut dr. Yustia, “Penentuan stadium ini sangat krusial karena memengaruhi pilihan pengobatan kanker. Dengan PET-CT Scan, dokter dapat mengetahui luas penyebaran kanker, termasuk ke kelenjar getah bening atau organ lain, sehingga penentuan stadium menjadi lebih akurat.”

Peran Penting dalam Terapi dan Evaluasi

Selain membantu diagnosis, PET-CT Scan juga berperan besar dalam perencanaan terapi kanker. Hasil pemeriksaan ini menjadi dasar bagi dokter untuk menentukan jenis pengobatan yang paling sesuai bagi pasien, mulai dari operasi hingga terapi kombinasi.

dr. Yustia menjelaskan, “Hasil PET-CT Scan digunakan sebagai dasar dalam menentukan apakah pasien memerlukan operasi, kemoterapi, radioterapi, hingga kombinasi terapi. PET-CT Scan juga membantu menentukan area target terapi agar pengobatan lebih efektif dan minim risiko.”

Lebih lanjut, teknologi ini juga mampu mengevaluasi respons pasien terhadap pengobatan yang sedang dijalani. Evaluasi tidak hanya dilihat dari perubahan ukuran tumor, tetapi juga dari aktivitas sel kanker yang masih tersisa.

Dalam hal ini, dr. Yustia menyampaikan, “PET-CT Scan menilai respons pengobatan bukan hanya dari ukuran tumor, tetapi dari aktivitas sel kanker. Dengan demikian, dokter dapat mengetahui efektivitas terapi lebih dini.”

Fungsi lain yang tak kalah penting adalah mendeteksi kemungkinan kekambuhan kanker. Pemeriksaan ini dapat memberikan sinyal dini ketika kanker muncul kembali, bahkan saat gejala belum terlalu jelas atau hasil pemeriksaan lain belum menunjukkan kepastian.

Ia menambahkan, “PET-CT Scan bermanfaat untuk mendeteksi kanker yang kambuh, terutama saat gejala kembali muncul, hasil pemeriksaan lain belum jelas, atau terjadi peningkatan penanda tumor. Deteksi dini ini memungkinkan penanganan lebih cepat dan meningkatkan peluang keberhasilan terapi.”

Pemanfaatan PET-CT Scan kini telah mencakup berbagai jenis kanker, seperti kanker payudara, paru, kolorektal, kepala dan leher, limfoma, serviks, hingga ovarium. Pada kondisi tertentu, teknologi ini juga digunakan untuk kanker prostat dengan bantuan radiofarmaka khusus.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, PET-CT Scan tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat diagnosis, tetapi telah menjadi bagian penting dalam manajemen kanker secara menyeluruh. Teknologi ini mendukung pendekatan terapi yang lebih personal dan tepat sasaran.

“PET-CT Scan kini tidak hanya untuk diagnosis, tetapi juga menjadi bagian penting dalam evaluasi dan perencanaan terapi, termasuk terapi radiofarmaka dan radioterapi presisi, agar penanganan kanker lebih terarah dan personal,” ujar dr. Yustia.

Meski demikian, ketersediaan teknologi ini di Indonesia masih tergolong terbatas. Tidak semua rumah sakit memiliki fasilitas PET-CT Scan, sehingga akses pasien terhadap pemeriksaan ini masih menjadi tantangan tersendiri.

Menjawab kebutuhan tersebut, Mayapada Hospital Jakarta Selatan berencana menghadirkan layanan PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan pada April 2026. Layanan ini akan tersedia di Lantai 1 Tower 2 dan terintegrasi dengan Oncology Center yang sudah ada.

Oncology Center Mayapada Hospital Jakarta Selatan menawarkan penanganan kanker secara komprehensif melalui kolaborasi tim dokter multidisiplin. Selain itu, terdapat Tumor Board yang berperan dalam merumuskan rencana perawatan yang tepat bagi pasien.

Pendampingan pasien juga menjadi perhatian utama melalui kehadiran Patient Navigator yang terdiri dari dokter dan perawat. Mereka akan membantu pasien menjalani setiap tahapan pengobatan dengan lebih terarah dan nyaman.

Bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan ini, konsultasi dapat dilakukan terlebih dahulu dengan dokter di Mayapada Hospital. Penjadwalan tersedia melalui call center maupun aplikasi MyCare.

Aplikasi tersebut juga menyediakan berbagai informasi kesehatan, termasuk artikel dan tips kesehatan, serta fitur pemantauan kondisi tubuh seperti detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, dan indeks massa tubuh.

Dengan hadirnya teknologi PET-CT Scan, harapan terhadap deteksi dini dan penanganan kanker yang lebih efektif semakin terbuka lebar. Inovasi ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia, khususnya dalam menghadapi penyakit kanker yang masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi.