Logo Bloomberg Technoz

Kenali Gangguan Metabolisme dari Tanda Sehari-hari


(Dok. Mayapada hospital)
(Dok. Mayapada hospital)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kesibukan sehari-hari sering membuat banyak orang abai terhadap kondisi tubuh, termasuk gangguan pencernaan dan metabolisme. Padahal, tanda-tanda awalnya kerap muncul dalam aktivitas harian, seperti rasa mengantuk setelah makan, cepat lapar, hingga keinginan mengonsumsi makanan manis.

Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa tubuh mengalami kesulitan dalam mengubah makanan menjadi energi. Akibatnya, sistem pencernaan bekerja lebih keras dan tidak optimal dalam menjalankan fungsinya.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin Metabolik Diabetes dari Mayapada Hospital Bandung, dr. Hoo Yumilia, SpPD-KEMD, FINASIM, menjelaskan bahwa metabolisme memiliki hubungan erat dengan sistem pencernaan.

“Metabolisme dan sistem pencernaan saling berkaitan. Kalau metabolisme tidak seimbang, tubuh tidak bisa mengolah makanan dengan efisien. Akibatnya, makanan menumpuk dan tidak tercerna sempurna membuat perut terasa begah, hingga perubahan toleransi terhadap makanan tertentu serta potensi kenaikan berat badan, gula darah, dan kadar lemak (trigliserida) yang perlu diwaspadai," terang dr. Yumilia.

Ia menambahkan bahwa ketidakseimbangan metabolik juga berdampak pada fungsi organ hati. Organ ini memiliki peran penting dalam mengolah nutrisi menjadi energi bagi tubuh.

“Metabolisme yang tidak seimbang juga berpengaruh pada organ hati, di mana organ ini jadi sulit memproses gula, lemak dan protein jadi energi, sehingga penyerapan nutrisi tidak optimal. Ketika terjadi ketidakseimbangan metabolik, misalnya akibat berat badan berlebih, gangguan penyerapan gula (resistensi insulin), atau pola makan yang kurang terkontrol, hati dapat ikut terbebani,” jelas dr. Yumilia.

Kaitan Gaya Hidup dan Risiko Gangguan Metabolik

Gangguan metabolik tidak terjadi secara tiba-tiba. Faktor gaya hidup menjadi salah satu penyebab utama, terutama pola makan yang tidak seimbang dan kurangnya aktivitas fisik.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi Hepatologi dari Mayapada Hospital Bandung, dr. Nenny Agustanti, SpPD-KGEH, menyebutkan bahwa konsumsi makanan tinggi gula, lemak, dan kalori dapat memperburuk kondisi metabolisme tubuh.

“Pola makan tinggi gula, lemak, dan kalori, ditambah kurang aktivitas fisik, meningkatkan risiko gangguan metabolik yang tidak hanya memengaruhi berat badan, tapi juga membebani organ pencernaan. Karena itu menjaga keseimbangan metabolik sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh,” jelas dr. Nenny.

Ia juga mengingatkan bahwa ada kelompok tertentu yang lebih berisiko mengalami gangguan metabolik. Kondisi ini perlu diwaspadai agar dapat ditangani sejak dini.

“Risiko gangguan metabolik perlu diwaspadai pada mereka yang memiliki berat badan berlebih, lingkar perut meningkat, riwayat diabetes keluarga, gula darah mulai berubah, atau kadar lemak tidak ideal, terutama jika disertai keluhan pencernaan berulang. Evaluasi dini membantu mengenali risiko sejak awal sehingga penyesuaian gaya hidup dan tindak lanjut medis dapat dilakukan dengan tepat.”

Para ahli menekankan pentingnya perubahan gaya hidup sebagai langkah pencegahan. Pola makan sehat, aktivitas fisik rutin, serta pemeriksaan kesehatan berkala menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan metabolisme.

Kesadaran terhadap hubungan antara metabolisme, pencernaan, dan fungsi hati juga dinilai penting. Dengan pemahaman tersebut, masyarakat dapat lebih proaktif dalam mencegah berbagai penyakit, termasuk gangguan hati yang kini semakin banyak dipicu oleh gaya hidup.

Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya tersebut, Mayapada Hospital menghadirkan layanan Liver and Metabolic Wellness Center. Program ini dirancang untuk memberikan penanganan komprehensif terhadap kesehatan hati, gangguan metabolik, serta pengelolaan berat badan.

Layanan ini berfokus pada deteksi dini berbagai risiko seperti obesitas, diabetes, dislipidemia, dan sindrom metabolik. Penanganan dilakukan oleh tim multidisiplin yang didukung fasilitas medis modern.

Salah satu teknologi yang digunakan adalah elastografi FibroScan untuk memeriksa kondisi hati secara non-invasif. Selain itu, terdapat juga Total Body Matrix Assessment untuk mengevaluasi komposisi tubuh dan indikator metabolik secara menyeluruh.

Liver and Metabolic Wellness Center menjadi bagian dari layanan unggulan Gastrohepatology Center yang tersedia di berbagai unit Mayapada Hospital. Layanan ini dapat diakses di Jakarta Selatan, Tangerang, Bogor, Surabaya, dan Bandung, serta akan segera hadir di Jakarta Timur.

Masyarakat juga dapat mengakses informasi kesehatan melalui aplikasi MyCare. Aplikasi ini menyediakan berbagai fitur, termasuk artikel kesehatan, tips medis, serta pemantauan kondisi tubuh.

Melalui fitur Personal Health, pengguna dapat memantau detak jantung, jumlah langkah, kalori yang terbakar, hingga indeks massa tubuh. Fitur ini diharapkan dapat membantu masyarakat menjaga kesehatan secara mandiri.

Dengan berbagai fasilitas dan edukasi yang tersedia, diharapkan masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga keseimbangan metabolisme. Upaya pencegahan sejak dini menjadi langkah krusial untuk menjaga kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.