Mayapada Hospital Soroti Risiko Pola Makan pada Hati

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tanpa disadari, banyak masyarakat masih menjalani pola makan yang tidak seimbang dalam keseharian. Konsumsi makanan cepat saji tinggi kalori, camilan berlebih, serta minuman manis kerap menjadi kebiasaan yang dianggap wajar. Di sisi lain, asupan sayur dan buah yang kaya serat justru sering terabaikan. Kondisi ini terlihat sepele, namun menyimpan dampak serius bagi kesehatan, terutama organ hati.
Kebiasaan makan yang tidak terkontrol dapat memengaruhi fungsi hati secara perlahan. Organ ini memiliki peran vital dalam mengolah berbagai zat gizi yang masuk ke dalam tubuh. Ketika pola makan tidak seimbang berlangsung dalam jangka panjang, risiko gangguan hati pun meningkat tanpa disadari.
Hal tersebut dikonfirmasi oleh dr. Lukas Mulyono Samuel, Sp.PD-KGEH di Mayapada Hospital Bandung. Ia menjelaskan, “Salah satu alasan mengapa pola makan sangat memengaruhi kesehatan hati adalah karena organ vital ini berperan dalam pengolahan lemak, gula, dan berbagai zat gizi lain yang masuk ke dalam tubuh.”
Menurutnya, kelebihan asupan kalori yang terjadi secara terus-menerus dapat memicu penumpukan lemak di hati. Kondisi ini sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, sehingga banyak orang tidak menyadari adanya gangguan kesehatan yang sedang berkembang dalam tubuh mereka.
Lebih lanjut, dr. Lukas menambahkan, “Jika asupan harian tidak seimbang dan jumlah kalori berlebih secara terus-menerus, risiko penumpukan lemak pada hati akan meningkat, meski pada tahap awal sering kali belum menimbulkan gejala yang jelas.”
Pentingnya Pola Makan Seimbang untuk Hati
Kesehatan hati tidak dapat dipisahkan dari kondisi tubuh secara keseluruhan. Faktor seperti berat badan berlebih, lingkar perut besar, hingga kadar kolesterol dan gula darah yang tinggi menjadi indikator penting yang perlu diperhatikan. Kombinasi faktor tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik yang berdampak langsung pada fungsi hati.
dr. Lukas juga mengingatkan pentingnya perubahan gaya hidup secara bertahap. Ia menyatakan, “Pada individu dengan berat badan berlebih, lingkar perut besar, kolesterol atau trigliserida tinggi, atau gula darah mulai meningkat, harus semakin menjaga pola makan. Perubahan pola makan dan gaya hidup perlu dilakukan secara konsisten, meski dengan langkah kecil.”
Pendekatan perubahan gaya hidup yang konsisten dinilai lebih efektif dibandingkan perubahan drastis yang sulit dipertahankan. Hal ini sejalan dengan pandangan dr. Shiela Stefani, M.Gizi, SpGK, AIFO-K, FINEM yang menekankan pentingnya pola makan realistis dan berkelanjutan.
Ia menegaskan, “Yang terpenting adalah membangun pola makan seimbang, terukur, dan realistis untuk dijalani secara konsisten. Ini meliputi pengaturan porsi, pemilihan makanan yang lebih sehat, pengurangan gula dan lemak berlebih, serta memastikan tubuh tetap mendapat karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, mineral, dan serat dalam jumlah yang sesuai agar fungsi metabolik, termasuk kesehatan hati, tetap terjaga.”
Pola makan seimbang bukan berarti menjalani diet ketat yang menyiksa. Sebaliknya, pendekatan ini mengedepankan keseimbangan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Dengan langkah sederhana seperti mengurangi konsumsi gula, memperbanyak serat, dan menjaga porsi makan, kesehatan hati dapat tetap terjaga.
Kesadaran akan pentingnya menjaga pola makan menjadi kunci utama dalam pencegahan penyakit hati. Saat ini, semakin banyak kasus gangguan hati yang dipicu oleh gaya hidup modern. Oleh karena itu, edukasi mengenai hubungan antara pola makan dan kesehatan organ vital ini menjadi semakin relevan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pencegahan dan penanganan gangguan hati, Mayapada Hospital menghadirkan layanan Liver & Metabolic Wellness Center (LMWC). Program ini dirancang secara komprehensif untuk menangani kesehatan liver, gangguan metabolik, serta pengelolaan berat badan.
Layanan LMWC berfokus pada deteksi dini berbagai risiko kesehatan seperti obesitas, diabetes, dislipidemia, dan sindrom metabolik. Dengan pendekatan multidisiplin, pasien mendapatkan penanganan yang lebih menyeluruh sesuai kondisi masing-masing.
Fasilitas modern juga menjadi bagian dari layanan ini, termasuk elastografi FibroScan® yang memungkinkan pemeriksaan kesehatan hati secara non-invasif. Selain itu, tersedia Total Body Matrix Assessment (TBMA) untuk mengevaluasi komposisi tubuh dan indikator metabolik secara detail.
Layanan tersebut merupakan bagian dari Gastrohepatology Center yang tersedia di berbagai unit Mayapada Hospital. Jaringan layanan ini mencakup wilayah Jakarta Selatan, Tangerang, Bogor, Surabaya, hingga Bandung, dan direncanakan akan segera hadir di Jakarta Timur.
Masyarakat yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut dapat menghubungi Call Center 150770 atau melalui WhatsApp di 0817-17-150770. Selain itu, akses informasi kesehatan juga tersedia melalui aplikasi MyCare yang menyediakan berbagai fitur edukatif.
Melalui fitur Health Articles & Tips di aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengakses informasi kesehatan terkini dari para dokter. Tidak hanya itu, fitur Personal Health juga memungkinkan pengguna memantau kondisi tubuh seperti detak jantung, jumlah langkah, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).
Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pola makan sehat, diharapkan masyarakat dapat mengambil langkah preventif sejak dini. Upaya sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan hati dan kualitas hidup secara keseluruhan.




























