Logo Bloomberg Technoz

Beda Flu dan Sinusitis, Ini Gejala yang Perlu Diwaspadai


(Dok. Mayapada Hospital)
(Dok. Mayapada Hospital)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Banyak masyarakat masih menganggap hidung tersumbat, pilek berkepanjangan, hingga sakit kepala sebagai gejala flu biasa. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda sinusitis yang kerap diabaikan dan dianggap akan sembuh dengan sendirinya.

Jika tidak ditangani dengan tepat, sinusitis dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius. Dampaknya tidak hanya mengganggu aktivitas harian, tetapi juga menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorokan Bedah Kepala Leher dari Mayapada Hospital Surabaya, dr. Caesarisma Vidiyanti, menjelaskan bahwa flu dan sinusitis memang memiliki kemiripan gejala pada tahap awal.

“Flu disebabkan oleh infeksi virus, berlangsung 5–7 hari, dengan gejala demam, batuk, pilek, dan nyeri badan,” jelas dr. Caesarisma.

Namun, sinusitis memiliki penyebab dan karakteristik yang berbeda. Kondisi ini merupakan peradangan pada rongga sinus yang berada di sekitar hidung, pipi, dahi, dan mata.

“Sementara itu, sinusitis merupakan peradangan pada rongga sinus yang ada di area hidung, pipi, dahi, dan mata akibat infeksi, alergi, polip hidung, kelainan struktur hidung (deviasi septum), maupun paparan polusi udara. Peradangan ini menyumbat saluran sinus sehingga lendir terperangkap dan memicu perkembangan bakteri maupun virus. Sinusitis akan semakin berisiko pada individu dengan daya tahan tubuh yang menurun,” lanjutnya.

Perbedaan utama antara flu dan sinusitis terletak pada durasi serta tingkat keparahan gejalanya. Flu biasanya sembuh dalam waktu singkat, sedangkan sinusitis cenderung berlangsung lebih lama dan bahkan memburuk jika tidak ditangani.

Gejala Khas dan Pentingnya Deteksi Dini

Sinusitis memiliki sejumlah gejala khas yang sering kali diabaikan oleh masyarakat. Salah satunya adalah hidung tersumbat yang berlangsung lama disertai lendir berwarna kuning atau hijau.

“Gejala sinusitis berlangsung lebih lama dan cenderung memburuk, meliputi hidung tersumbat, lendir kuning atau hijau, nyeri atau tekanan di wajah terutama saat menunduk, sakit kepala, penurunan indra penciuman, bau tidak sedap dari hidung, serta rasa lelah berkepanjangan,” jelas dr. Caesarisma.

Gejala tersebut dapat berdampak signifikan terhadap aktivitas sehari hari. Penderita sering mengalami gangguan tidur, kesulitan berkonsentrasi, hingga penurunan produktivitas.

Apabila kondisi ini dibiarkan, sinusitis dapat berkembang menjadi kronis. Pada tahap ini, peradangan dapat berlangsung lebih dari 12 minggu dan membutuhkan penanganan medis yang lebih intensif.

“Pada tahap ini, gejala sering kali bertahan lama dan dapat berdampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien, termasuk gangguan tidur, penurunan konsentrasi, hingga berkurangnya produktivitas sehari-hari,” kata dr. Caesarisma.

Untuk memastikan diagnosis, diperlukan pemeriksaan medis yang lebih mendalam. Salah satu metode yang digunakan adalah endoskopi hidung yang mampu memberikan gambaran detail kondisi rongga hidung dan sinus.

Pemeriksaan ini memungkinkan dokter mengidentifikasi sumber peradangan secara lebih akurat. Dengan demikian, terapi yang diberikan dapat lebih tepat sasaran sesuai kondisi pasien.

“Prosedur ini dilakukan dengan sayatan kecil, nyeri dan perdarahan lebih minim, pemulihan lebih cepat. Tindakan juga lebih tepat sasaran, dengan menjaga jaringan sehat sebanyak mungkin, sehingga hasilnya lebih optimal dan pasien lebih nyaman,” jelas dr. Caesarisma.

Kesadaran masyarakat untuk mengenali gejala sejak dini menjadi faktor penting dalam pencegahan. Penanganan yang cepat dapat mencegah kondisi berkembang menjadi lebih serius.

Sebagai upaya meningkatkan layanan kesehatan, Mayapada Hospital Surabaya menghadirkan Sinusitis Center. Layanan ini dirancang untuk menangani kasus sinusitis secara komprehensif dengan dukungan teknologi modern.

Pendekatan yang digunakan mengedepankan prosedur minimal invasif seperti endoskopi. Metode ini dinilai lebih aman dan nyaman bagi pasien dibandingkan prosedur konvensional.

Selain itu, pasien juga akan ditangani oleh tim dokter berpengalaman di bidang THT. Hal ini memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi masing masing.

Layanan Sinusitis Center dijadwalkan mulai hadir pada April 2026. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh penanganan yang lebih cepat dan efektif.

Di sisi lain, Mayapada Hospital juga menyediakan berbagai layanan informasi kesehatan melalui aplikasi MyCare. Aplikasi ini memudahkan masyarakat dalam mengakses edukasi kesehatan dan memantau kondisi tubuh.

Dengan memahami perbedaan antara flu dan sinusitis, masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap gejala yang muncul. Pemeriksaan dini menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan pernapasan.

Langkah preventif dan edukasi yang tepat diyakini dapat membantu menekan risiko komplikasi. Dengan demikian, kualitas hidup masyarakat dapat tetap terjaga dengan baik.