Logo Bloomberg Technoz

Israel Mau Duduki Lebanon Selatan, 600 Ribu Warga Dilarang Pulang

News
01 April 2026 15:40

Bendera Lebanon. (Fotografer: Wael Ladki/Bloomberg News)
Bendera Lebanon. (Fotografer: Wael Ladki/Bloomberg News)

Dana Khraiche dan Galit Altstein - Bloomberg News

Bloomberg, Pemerintah Israel menyatakan akan mengambil kendali atas sebagian besar wilayah Lebanon selatan dan melarang lebih dari 600.000 penduduk untuk kembali ke rumah mereka. Langkah ini merupakan bagian dari kampanye militer skala besar yang ditujukan untuk melumpuhkan kelompok Hizbullah.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa militer akan membangun zona keamanan di dalam wilayah Lebanon. Pasukan Israel akan mengendalikan seluruh area hingga Sungai Litani, sebuah wilayah yang membentang hingga 30 kilometer dari perbatasan Israel.


Katz menyatakan bahwa warga yang telah melarikan diri dari pertempuran di area tersebut tidak akan diizinkan kembali sampai keselamatan penduduk di wilayah utara Israel terjamin sepenuhnya. Ia juga menambahkan seluruh bangunan rumah di desa-desa sepanjang perbatasan akan dihancurkan untuk sementara waktu.

Sejak pecahnya perang dengan Iran pada akhir Februari lalu, Israel terus membombardir Lebanon selatan dan sebagian wilayah Beirut untuk menghancurkan kekuatan Hizbullah. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Lebanon, hampir 1.250 orang tewas akibat kampanye militer ini hingga sekarang, dan lebih dari satu juta orang terpaksa mengungsi.