Logo Bloomberg Technoz

Redam Efek Perang Iran, Jepang & Korsel Gelar "Shuttle Diplomacy"

News
19 May 2026 14:40

PM Jepang, Sanae Takaichi, saat konferensi pers di kantor perdana menteri di Tokyo, Jepang, Selasa (21/10/2025). (Eugene Hoshiko/AP/Bloomberg)
PM Jepang, Sanae Takaichi, saat konferensi pers di kantor perdana menteri di Tokyo, Jepang, Selasa (21/10/2025). (Eugene Hoshiko/AP/Bloomberg)

Sakura Murakami - Bloomberg News

Bloomberg, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung dijadwalkan bertemu pada hari Selasa (19/5). Pertemuan bilateral ini bertujuan untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang dipicu oleh perang di Iran serta pergeseran dinamika hubungan antara AS dan China.

Sebagai sesama negara bertetangga yang sangat bergantung pada pasokan minyak Timur Tengah dan menggantungkan keamanan mereka pada AS, Tokyo dan Seoul berbagi kekhawatiran serupa terhadap manuver China serta Korea Utara (Korut) yang kian agresif. Kesamaan nasib ini membuat kedua pemimpin memiliki banyak agenda bersama, terlepas dari bayang-bayang rivalitas historis kedua bangsa di masa lalu.


"Saya berharap dapat mengadakan diskusi yang mendalam dan mencapai kesepakatan dengan Presiden Lee, khususnya di bidang-bidang kerja sama dalam menghadapi lingkungan strategis yang berat saat ini, termasuk situasi di Timur Tengah dan Indo-Pasifik, serta kelanjutan dari hubungan Jepang-Korea Selatan," ujar PM Takaichi di Tokyo pada Selasa, sesaat sebelum keberangkatannya.

Menurut seorang pejabat kementerian luar negeri Jepang, ketahanan rantai pasok dan cadangan minyak bumi kemungkinan besar akan menjadi topik utama dalam pembicaraan tersebut. Laporan dari Nikkei juga menyebutkan bahwa Takaichi dan Lee bersiap menyepakati pembentukan struktur kerja sama baru yang mencakup pengelolaan bersama atas cadangan pasokan minyak mentah.