MPR Minta Pemerintah Tarik TNI dari Misi Perdamaian di Lebanon
Dovana Hasiana
01 April 2026 07:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani meminta agar pemerintah mempertimbangkan untuk menarik seluruh personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Permintaan ini disampaikan usai serangan Israel yang menyebabkan gugurnya tiga anggota Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) dalam misi perdamaian tersebut. Mereka adalah Kapten Zulmi; Sersan Satu (Sertu) Ihwan; dan Praka Farizal Rhomadhon.
"Sesuai dengan konstitusi yang memerintahkan untuk melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, agar Indonesia menarik pasukannya dalam misi perdamaian tersebut," ujar Muzani dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2026).
"Sebab ini adalah daerah yang membahayakan bagi keselamatan TNI, seperti yang terjadi di Lebanon Selatan ini. Itu sebabnya MPR merasa perlu menyampaikan pandangan ini ke hadapan masyarakat."
Muzani mengatakan MPR meminta agar pemerintah mempertimbangkan untuk menarik seluruh pasukan bila tidak ada jaminan keselamatan. Sesuai dengan konstitusi, kata Muzani, pemerintah memiliki kewajiban untuk menjaga keselamatan bagi warga negaranya.
































