Bursa Saham Asia Diprediksi Memerah Akibat Tekanan Inflasi AS
News
20 May 2026 07:00

Rob Verdonck - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Asia diperkirakan bakal mengekor kejatuhan Wall Street pada perdagangan hari ini. Koreksi ini terjadi setelah kekhawatiran yang makin memuncak terhadap inflasi mendorong tingkat imbal hasil (yield) obligasi Pemerintah AS tenor jangka panjang melesat ke level tertingginya sejak tahun 2007.
Kontrak berjangka (futures) ekuitas mengindikasikan pelemahan pada pembukaan bursa Sydney, Hong Kong, dan Tokyo. Sementara itu, kontrak indeks S&P 500 bergerak mendatar setelah indeks acuan tersebut memperpanjang tren penurunannya dari level rekor, sekaligus mencatatkan tren pelemahan beruntun terpanjang sejak akhir Maret lalu.
Dengan harga minyak yang bertahan kokoh di atas US$100 per barel dan belum adanya tanda-tanda deeskalasi pada konflik Iran, yield Treasury AS tenor 30 tahun melonjak tajam. Investor cemas bahwa tingginya biaya energi dapat memaksa Federal Reserve (The Fed) untuk menaikkan suku bunga ketimbang memangkasnya. Di sisi lain, indeks dolar AS ditutup pada level tertinggi dalam enam minggu terakhir.
"Isu kenaikan imbal hasil obligasi masih menjadi sesuatu yang bisa menimbulkan masalah bagi pasar saham yang saat ini sudah tergolong mahal," ujar Matt Maley dari Miller Tabak.


























