Logo Bloomberg Technoz

Konflik ini dipicu oleh serangan roket Hizbullah ke wilayah Israel sebagai aksi balas dendam atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada hari pertama perang. Serangan tersebut memancing reaksi keras dari Israel dan secara efektif mengakhiri gencatan senjata rapuh yang telah bertahan sejak akhir 2024.

Sepanjang bulan Maret, Hizbullah—yang didukung oleh Teheran—terus meluncurkan roket dan drone ke wilayah Israel, yang terkadang dikoordinasikan langsung dengan serangan dari Iran. Pada Senin (30/3), kelompok tersebut mengklaim telah melancarkan 44 operasi militer berbeda yang menargetkan kota-kota di Israel serta tentara Israel yang telah menyeberang masuk ke wilayah Lebanon.

Awal bulan ini, Israel telah mengeluarkan peringatan bagi penduduk di selatan Sungai Litani untuk segera mengungsi sebelum dimulainya serangan udara dan operasi darat. Hingga saat ini, sepuluh tentara Israel dilaporkan tewas dalam bentrokan dengan militan Hizbullah.

Letkol Nadav Shoshani dari Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa Hizbullah telah meluncurkan antara 4.000 hingga 5.000 roket, drone, dan tembakan mortir sejak bentrokan dimulai.

Di sisi lain, pemerintah Lebanon tampak tidak berdaya dalam upaya mereka untuk mengendalikan Hizbullah, meskipun telah mencoba melakukan demiliterisasi di selatan Sungai Litani serta melarang sayap militer kelompok tersebut. Presiden Joseph Aoun dan Perdana Menteri Nawaf Salam secara terbuka melontarkan kritik keras terhadap keputusan Hizbullah untuk melanjutkan peperangan dengan Israel, namun kritik tersebut tidak membuahkan hasil di lapangan.

(bbn)

No more pages