Logo Bloomberg Technoz

RI Hemat Belanja BBM, Ini Beda Subsidi & Kompensasi dalam APBN

Mis Fransiska Dewi
01 April 2026 09:20

Dana Kompensasi Triwulan I Terbayarkan, Pertamina Apresiasi Dukungan Pemerintah. (Dok: Pertamina)
Dana Kompensasi Triwulan I Terbayarkan, Pertamina Apresiasi Dukungan Pemerintah. (Dok: Pertamina)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah sedang menghemat belanja dalam postur Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (APBN), khususnya menjaga ketahanan energi di tengah kondisi geopolitik dan ancaman krisis energi akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan pemerintah akan memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) untuk aparatur sipil negara (ASN) sebanyak 1 hari dalam sepekan, yaitu setiap Jumat. 

Kebijakan ini menciptakan potensi penghematan langsung ke APBN sebesar Rp6,2 triliun, berupa efisiensi pada pagu kompensasi bahan bakar minyak (BBM).


"Sementara itu, total pembelanjaan BBM masyarakat berpotensi bisa dihemat mencapai Rp59 triliun," ujar Airlangga dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2026) malam. 

Tak hanya itu, mandatori biodiesel B50 akan berlaku mulai 1 Juli 2026 dengan potensi penghematan subsidi energi mencapai Rp48 triliun dan pengurangan penggunaan BBM fosil sebanyak 4 juta kiloliter (kl). Sejalan dengan itu, untuk memastikan distribusi BBM, pemerintah akan melakukan pengaturan pembelian dengan penggunaan barcode My Pertamina dengan batas wajar 50 liter per kendaraan.