Logo Bloomberg Technoz

HP Wajib Aktif, Pemerintah Pantau ASN yang WFH lewat Geolokasi

Merinda Faradianti
31 March 2026 21:38

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. (Dok. Biro Pers)
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. (Dok. Biro Pers)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkap pemerintah punya cara memastikan para aparatur sipil negara (ASN) benar-benar menjalani kebijakan bekerja dari rumah atau work from fome (WFH) setiap Jumat mulai 1 April mendatang. Kebijakan ini bertujuan agar pemerintah bisa melakukan pembatasan energi sebagai respons terhadap krisis BBM imbas perang di Timur Tengah.

Para ASN diminta untuk bekerja dari rumah agar biaya energi dari mobilitas menggunakan sarana transportasi dan kegiatan kerja di kantor bisa lebih hemat. Namun, kebijakan ini sempat dinilai berpotensi meleset jika para ASN justru tetap melakukan mobilitas dan kegiatan menghabiskan energi di luar kepentingan pekerjaan saat WFH.

Tito mengklaim akan memastikan seluruh ASN yang menjalani kebijakan WFH akan berada di rumah dengan melakukan pemantauan digital yang terhubung pada Global Positioning System (GPS) pada telepon genggam atau handphone. Hal ini membuat Kemendagri memerintah seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk mewajibkan para ASN tetap mengaktifkan HP selama masa WFH.


"Untuk meyakinkan ASN itu benar-benar masing-masing WFH, dan kita meminta handphone mereka itu aktif kita dapat mengetahui lokasi melalui geo-location namanya," kata Tito, Selasa (31/03/2026).

Menurut dia, sistem ini sudah terbukti berhasil saat Kemendagri menerapkan kebijakan WFH selama masa penaganan Pandemi Covid-19. Kemendagri pun telah menuangkan aturan soal pengawasan tersebut dalam Surat Edaran Nomor 800.1.5/3349/SJ tentang Transformasi Budaya Kerja ASN di Lingkungan Pemerintah Daerah.