Telaah Sumber Cadangan Minyak dan Gas Israel Saat Perangi Iran
Azura Yumna Ramadani Purnama
31 March 2026 08:30

Bloomberg Technoz, Jakarta – Konflik yang terjadi antara Amerika Serikat (AS)–Israel dengan Iran menyebabkan jalur perdagangan minyak dan gas (migas) di Selat Hormuz nyaris lumpuh, padahal sekitar 20% minyak mentah dunia ditangani oleh jalur tersebut.
Lantas, apakah penutupan Selat Hormuz memengaruhi pasokan minyak mentah dan gas Israel?
Badan Administrasi Informasi Energi atau Energy Information Administration (EIA) Amerika Serikat (AS) mencatat pada 2015, konsumsi energi primer Israel mayoritas berasal dari minyak bumi dan olahannya sebesar 53%, gas alam sebesar 30%, dan batu bara sebesar 26%.
Per Januari 2016, Israel diprediksi memiliki cadangan minyak terbukti sebesar 14 juta barel. EIA menyatakan Israel hampir tidak memiliki produksi minyak mentah dan kondensat. Namun, pada 2015 eksplorasi minyak dimulai di bagian selatan Dataran Tinggi Golan.
Di sisi lain, Israel juga mulai melakukan pengeboran di dekat Laut Mati pada 2017. Lokasi tersebut ditemukan pada 1995, tetapi tak kunjung dilakukan eksplorasi. EIA mencatat terdapat potensi kandungan minyak sebesar 7—11 juta barel di wilayah tersebut.































