Logo Bloomberg Technoz

Tekanan Global, OECD Ramal Inflasi RI Naik Jadi 3,4% pada 2026

Mis Fransiska Dewi
30 March 2026 16:27

Inflasi Tahunan Januari Tembus 3,55%, Ini Alasannya. (Diolah dari Berbagai Sumber)
Inflasi Tahunan Januari Tembus 3,55%, Ini Alasannya. (Diolah dari Berbagai Sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) merevisi proyeksi inflasi utama (head inflation) Indonesia menjadi lebih tinggi, yakni 3,4% di 2026 atau naik 0,3 poin persentase dari proyeksi periode sebelumnya hanya 3,1%. 

Tekanan ini diperkirakan bersifat sementara, karena inflasi diproyeksikan akan kembali mereda dan turun menuju level 2,6% pada 2027.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi sepanjang 2025  mencapai 2,92% secara tahunan atau year-on-year (yoy), melonjak dibanding inflasi sepanjang 2024 lalu yang hanya 1,57% yoy.


Dalam laporan terbarunya bertajuk OECD Economic Outlook, Interim Report: Testing Resilience edisi Maret 2026, OECD juga menggarisbawahi bahwa moderasi inflasi pada 2027 akan dirasakan oleh beberapa negara ekonomi berkembang seperti Indonesia, Brasil, Meksiko, dan Afrika Selatan. 

Tantangan inflasi dan pertumbuhan Indonesia ini tidak lepas dari tekanan yang terjadi di tingkat global. Secara agregat, OECD memproyeksikan pertumbuhan PDB global akan melambat menjadi 2,9% pada 2026 dibandingkan realisasi pertumbuhan 3,3 pada tahun lalu, sebelum sedikit merangkak naik ke posisi 3,0% pada 2027.