Untuk mengangkut beras dari Sragen, kata dia, misalnya ke Cipinang Jakarta Timur, maka truk butuh konsumsi solar untuk jarak lebih dari 500 kilometer. Biaya logistik, kata dia, tentunya akan membengkak karena pembelian bbm nonsubsidi.
"Atau mungkin truk harus bermalam sehingga baru bisa mendapat jatah subsidi untuk keesokan harinya," kata dia.
"Saran kami kebijakan ini mesti kaji ulang," kata dia menegaskan.
Saran selanjutnya, Aptrindo mendorong pemerintah untuk melakukan subsidi tepat sasaran, dalam arti, subsidi dilakukan memang kepada perusahaan angkutan umum sesuai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha.
"Jangan kemudian subsidi juga diberikan kepada jasa pengangkutan pabrikan-pabrikan besar yang memang sudah memiliki kekuatan operasional," kata dia.
(ain)





























