Logo Bloomberg Technoz

Berbalik Arah, Rupiah Akhirnya Sentuh Rp17.000/US$ Siang Ini

Tim Riset Bloomberg Technoz
01 April 2026 12:12

Ilustrasi Rupiah terhadap Dolar AS (Diolah)
Ilustrasi Rupiah terhadap Dolar AS (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan defensif rupiah akhirnya jebol juga, setelah beberapa kali hampir menyentuh level psikologis Rp17.000/US$ di pasar spot, dan telah beberapa kali menembus level tersebut di pasar offshore

Siang ini, Rabu (1/4/2026), rupiah spot melemah 0,14% menyentuh Rp17.000/US$ di tengah indeks dolar AS yang sedikit tergelincir di level 99,8, dan harga minyak yang masih melambung di atas US$100 per barel. 

Rupiah tembus Rp17.000/US$ siang ini Rabu, (1/4/2026), (Bloomberg)

Sedikit tergerusnya indeks dolar AS siang ini sebenarnya memberi ruang bagi hampir semua mata uang emerging markets untuk menguat. Seperti baht Thailand, peso Filipina, won Korea Selatan, dan ringgit Malaysia menguat lebih dari 0,6%. Hanya yen Jepang, rupiah dan rupee India yang melemah siang ini. 


Namun, dalam kasus rupiah, efek tersebut tertahan oleh lonjakan harga energi yang masih tinggi. Minyak di atas US$100 per barel secara langsung meningkatkan kebutuhan impor migas, yang pada akhirnya memperlebar defisit transaksi berjalan dan menekan permintaan valas di pasar domestik. 

Pelemahan ini jadi sinyal sepertinya bantalan rupiah semakin menipis. Bahkan ketika indeks dolar AS tidak sedang menguat signifikan, tekanan terhadap rupiah tetap muncul, hal ini mengindikasikan bahwa sumber pelemahan kini tidak semata berasal dari faktor global, tetapi juga dari kerentanan domestik yang mulai terekspos. Terlebih, pemerintah dalam hal ini mengurungkan rencana penyesuaian kenaikan harga minyak. Sehingga pasar kembali khawatir terhadap isu fiskal.