Logo Bloomberg Technoz

Selama belum ada kepastian konkret, baik terkait gencatan senjata maupun pembukaan kembali Selat Hormuz, harga minyak akan tetap tinggi dan volatil. Ini berarti tekanan terhadap rupiah juga masih akan bersifat persisten.

Sebagai gambaran, asumsi harga minyak dalam APBN 2026 tercatat US$70 per barel. Jika kenaikan harga minyak mencapai US$115 per barel, APBN berpotensi defisit sebesar 4,06% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). 

(dsp/aji)

No more pages