Logo Bloomberg Technoz

DPR Minta Kaji Penarikan TNI dari Misi Perdamaian di Lebanon

Dovana Hasiana
30 March 2026 14:20

Pasukan TNI berpatroli mengamankan pertemuan IMF-World Bank di Bali (SeongJoon Cho/Bloomberg)
Pasukan TNI berpatroli mengamankan pertemuan IMF-World Bank di Bali (SeongJoon Cho/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap dinamika yang terjadi di wilayah misi internasional TNI, terutama Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) TNI di misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.

Hal ini diungkap usai empat anggota TNI menjadi korban usai Israel dan Lebanon melakukan saling serang dalam lanjutan perang di Timur Tengah. Salah satu anggota TNI dilaporkan meninggal dunia; satu prajurit luka berat, dan dua prajurit lainnya luka-luka.

“Kejadian ini harus menjadi bahan evaluasi bersama. Kita perlu melihat kembali apakah penugasan di wilayah tersebut masih sesuai dengan tingkat risiko yang ada,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Akbarshah Fikarno dikutip dari laman DPR, Senin (30/03/2026).


Menurut dia, negara tak bisa terlambat memberikan respons terhadarp peningkatan dinamika konflik di wilayah penugasan atau misi internasional TNI. Menurut dia, pemerintah bisa menarik sebagian atau seluruh personil anggota TNI yang bergabung dengan tentara perdamaian di wilayah yang mengalami peningkatan eskalasi.

“Kita harus realistis melihat kondisi di lapangan. Jika tingkat ancaman meningkat, maka opsi penyesuaian hingga penarikan pasukan perlu dipertimbangkan secara serius,” kata Politikus Partai Golkar tersebut.